Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok

Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok | Pamannya udah 1 bulan ini sakit-sakitan. Hendro merasa bersalah. Dia udah 2 tahun menumpang di rumah pamannya ini, untuk kuliah di sebuah kursus pendidikan komputer. Istri Paman, Bibi Leha, menanggung seluruh beban keluarga, dgn Hendro dan 3 orang anak mereka yg masih kecil.

Sebelum sakit-sakitan, Paman bekerja sebagai supir di keluarga Santoso. Cukup lama, sekitar 5 tahunan. "Paman, boleh ga aku tanya sesuatu? " Hendro berkata suatu hari kepada pamannya yg tergolek lesu di ranjang sempit.

"Apa Hendro? " "Boleh ga, aku gantiin paman jadi sopir di rumah Santoso? " tanya Hendro. "Hendro,.. Aku nggak bisa mengijinkan hal itu, " kata Paman dgn berat hati.

Pamannya mengingat perjanjiannya dgn ayah Hendro, ketika mereka masih kuliah. DIa berjanji bahwa ketika ada sesuatu terjadi pada ayah Hendro, dia akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hidup Hendro, dan nggak akan mungkin memaksa Hendro untuk bekerja, membantu rumah tangganya.

"Paman, aku harus bekerja! Aku nggak tega melihat Bi Leha menanggung semuanya sendiri. " Sekilas mereka berdua melihat ke arah Bi Leha yg sedang sibuk menyuapi anak terkecil mereka.

"ok, Hendro, aku akan menelepon pak Santoso untuk mengabarkan penggantiku. " Rumah keluarga Santoso sungguh mewah dan sangat luas. Hendro duduk tepekur, sementara Pak Kevin duduk di depannya sambil menerima telepon dari seorang rekan bisnisnya.

Sebelum itu, Pak Kevin berkata bahwa dia udah tahu mengenai akan datangnya pengganti Pak Tarjo (paman Hendro). "ok, Hendro, kamu mulai bekerja besok pagi. Tugasmu adalah mengantar ketiga anakku dan istriku kemanapun mereka pergi. Kamu boleh menginap di sini, atau kamu boleh pulang pergi. Tapi, kamu harus siap kapanpun anak-anakku atau istriku memanggilmu. " "Baik, pak. Paman saya menyarankan saya untuk menginap di sini saja pak, " jawab Hendro.

"Minah akan mengantarmu ke kamar sopir. Minah! " panggil pak Kevin kepada satu-satunya pembantu di rumah besar itu. Seorang wanita muda dgn dandanan sederhana kemudian muncul sembari tersenyum manis kepada Hendro.

"Mari mas Hendro, saya bantuin angkat barangnya, " kata Minah tulus. Hari-hari berlangsung cepat minggu itu. Hendro kemudian berkenalan dgn ketiga anak keluarga Santoso, yg secara mengejutkan punya kepribadian yg sangat menyenangkan.

yg tertua, Vonny, benar-benar pribadi yg mengagumkan. Cantik, pintar, rendah hati, dan humoris. Steven, nomer dua, benar-benar konyol dan seorang penggila sepakbola. Tifanny, si bungsu, benar-benar anak yg manis, penurut, dan lebih suka bermain di dalam dunianya sendiri.

Hendro belum pernah bertemu dgn istri pak Kevin, krn Ibu Santi, panggilan istri pak Kevin, sedang berada di Singapura untuk urusan bisnis. Hendro menjalankan aktivitasnya setiap hari, mengantar ketiga anak itu kemanapun mereka mau pergi.

Vonny, seorang siswi sma Internasional terkenal di Jakarta Selatan, paling sering pergi membawa mobil, tentu saja dgn Hendro sebagai sopirnya. Hendro pun mulai menikmati aktivitasnya sebagai supir.

Untuk sementara, kursus komputernya dia tinggalkan, demi menopang hidup keluarga Paman. "Mas Hendro, tolong antering Vonny ke sini dong, ada pesta Prom Night soalnya, " rayu Vonny suatu sore ketika Hendro sedang duduk santai di teras belakang, ngobrol dgn Minah.

Sore itu matahari sungguh indah, memancar menjelang tenggelam. Sinarnya berwarna keemasan menyinari sosok Vonny yg sempurna. Kuning langsat, dgn tubuh yg menawan. Dia mengenakan tanktop warna biru muda dgn tali kecil, dgn celana putih super pendek, seperti kebiasaannya.

Tali BHnya tampak di bahunya. Warnanya biru. "ok deh non, mau jam berapa berangkatnya? " tanya Hendro "Jam 7 kita berangkat ya mas. aku dah pamit ama papa kok. " Dia kemudian duduk jongkok sambil bermain air di kolam ikan di dekat tempat duduk Hendro dan Minah.

Hendro terpana. Itu bukan pemandangan yg dilihat Hendro setiap hari, bahkan seumur hidup Hendro. Oh Tuhan, pikir Hendro dgn jantung yg berdegup kencang. Tanpa disadari Vonny, posisinya membuat belahan dadanya tampak.

dan itu bukan belahan dada yg biasa. Belahan itu dalam, membentuk jalur yg panjang dari pangkal dada ke arah baju tanktop. Begitu indah, dgn kulit kuning langsat tanpa cela.

Belahan dada itu berguncang-guncang mengikuti gerakan lengan Vonny yg bermain air kolam. Bahkan sekilas Hendro melihat bh Vonny. Pemandangan itu nggak berlangsung lama. Tiba-tiba Minah beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Vonny masuk ke dalam rumah.

nggak baik anak cewek di luar pas Maghrib, katanya. "mas Hendro, Pak Tarjo gimana kabarnya sekarang? " tanya Vonny membuka percakapan. Malam itu Hendro mengantar Vonny ke Prom Night di sebuah hotel berbintang di Jakarta Pusat.

Vonny mengenakan baju malam yg sangat mewah, dgn model kemben terusan. Model itu cukup pendek, sehingga setiap orang pasti bisa melihat keindahan kaki jenjang Vonny. Hendro berusaha nggak melihat fakta itu, mengingat Vonny adalah anak majikannya.

Lobby Hotel itu penuh sesak dgn gemerlap anak-anak abg yg merayakan Prom Night. Mobil yg disupiri Hendro berhenti tepat di depan lobby. Hendro bergegas keluar, dan membukakan pintu untuk Vonny, sebuah kebiasaan baru yg dipelajarinya dari pak Tarjo, pamannya.

Hendro sungguh menyukai kebiasaan baru itu, krn ketika dia membukakan pintu Vonny, dia melihat kembali pemandangan indah yg dilihatnya sore itu. Ketika Vonny keluar dari mobil, kaki kirinya melangkah pelan keluar dari mobil.

kakinya yg jenjang tampak jelas ditimpali lampu lobby hotel yg terang benderang. Pahanya sekilas tampak , benar-benar tanpa cacat cela. Belum lagi pemandangan selanjutnya, benar-benar memukau. Ketika Vonny sedikit membungkuk untuk keluar dari mobil, dadanya yg cuma ditutupi baju malam model kemben membentuk lekukan dalam berbentuk v terbalik.

Renda BHnya mengintip dari belahan dada itu. sepertinya bh tersebut nggak kuasa menahan volume bukit indah Vonny. Hendro masturbasi malam itu, pertama kali dalam sejarah hidupnya. "Mami, kenalin, ini mas Hendro, sopir kita yg baru, " kata Anna menyeret ibunya.

Oh, jadi ini istri pak Kevin, Ibu Santi. "Saya Hendro bu, pengganti pak Tarjo, " kata Hendro sambil menyalami Bu Santi. Bu Santi adalah seorang wanita yg mencerminkan anggapan Hendro selama ini mengenai wanita kaya.

Glamor, dgn pakaian yg mewah, perhiasan yg kentara, dgn dandanan yg luar biasa. Umurnya sepertinya akhir 40an. yg membuat heran Hendro, dgn umurnya, Bu Santi sungguh luarbiasa menawan.

Jantung Hendro berdegup jencang ketika tangan dia menyentuh tangan bu Santi. Kulitnya sungguh halus, dgn tubuhnya yg begitu harum, membuat Hendro terpaku. Seumur hidupnya, belum pernah dia melihat sosok wanita yg glamor, begitu harum.

Dia mengenakan baju kerja blazer, dgn dalaman sutra berenda yg kelihatan begitu halus. Roknya pendek sebatas lutut, menampilkan kaki jenjang dgn sepatu hak tinggi. keliatan nya dia baru saja pulang dari Singapura.

Bu Santi segera meninggalkan Hendro dan Anna, menemui teman-temannya di ruang tamu. Hendro mengintip dari dapur, mengamati percakapan di ruang tamu. Teman-teman bu Santi nggak jauh beda dari bu Santi.

Cerita Sex Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok

Elegant, glamor, setengah baya, namun super seksi. Hendro nggak tahu mengapa. Sejak saat itu dia terobsesi dgn wanita setengah baya. Hendro masturbasi malam itu, sungguh nikmat. membayangkan bu Santi.

membayangkan wanita mengeluarkan kontol Hendro dari celana, mengelusnya dgn tangannya yg lembut,. Sejak bu Santi datang, kegiatan Hendro didominasi dgn acara mengantarkan bu Santi kemanapun dia pergi.

Setiap hari ada saja acara bu Santi, dari mulai bertemu dgn kolega sampai makan malam di restoran atau hotel mewah. Dan sungguh, mengantarkan bu Santi benar-benar membuat Hendro kecanduan.

Bu Santi punya kebiasaan mengenakan gaun-gaun mewah yg seksi, yg dipastikan selalu menampilkan lekuk tubuhnya yg indah, dgn pinggang yg indah, kaki jenjang, dan dada yg membusung indah.

payudara bu Santi besar, dan Hendro nggak pernah melewatkan kesempatan untuk mengamatinya, baik ketika di mobil ataupun di rumah. Suatu kali ketika Hendro mengantar bu Santi ke sebuah pesta, bu Santi mengenakan busana malam dgn dgn belahan yg sangat rendah, memperlihatkan hampir seluruh bulatan payudara nya.

Hendro bersumpah, dia melihat puting susu bu Santi pada saat dia keluar dari mobil. Warnanya merah kecoklatan, dgn lingkaran sekitar puting yg berwarna sama. Hendro merasakan kontol nya memberontak.

penis itu nggak menyusut sampai malamnya mereka kembali ke rumah Santoso. Hendro memikirkan sebuah rencana. Rumah Santoso kembali sepi hari itu. Hari yg dingin, dan hujan yg sangat deras.

Pak Kevin dan ketiga anaknya pergi ke Hongkong untuk berwisata, meninggalkan Hendro, Minah, dan bu Santi. Hendro duduk di kamarnya seorang diri, menonton tv. Minah udah terlelap tidur kelelahan setelah seharian membantu packing anak-anak Santoso.

Sejak melihat pemandangan terakhir itu, Hendro menjadi terus-menerus terangsang setiap hari. Petir menggelegar. Hendro keluar dari kamarnya dan menuju ruang cucian. Dia perlu pelampiasan setelah terangsang terus-menerus.

Ada sebuah dorongan yg mendorong dia pergi ke tempat cucian. Dorongan kuat yg membuat dirinya sendiri heran. Dia mulai mencari-cari sesuatu dalam tumpukan pakaian. nggak lama, diapun menemukannya.

Tumpukan bh dan celana dalam, yg dia tahu pasti bukan milik Minah ataupun Anna. Hendro mengambil salah satu bh. bh itu berwarna merah dgn bahan sutra, dgn renda-renda di bagian cupnya.

Tali bahu dan penahan belakangnya kecil, seukuran 1 cm. Hendro mencium bh itu. Bau harum Vonny langsung merebak. Tangan kiri Hendro meraba kontol nya yg sangat tegang, sedangkan tangan kanannya memegang bh itu di depan hidungnya.

Hendro benar-benar terangsang. Dia kemudian membuka celana pendeknya, mengeluarkan kontol nya dan mulai meremas-meremasnya. Ooh, begitu nikmatnya. Kemudian dia mencari-cari lagi. Sebuah celana dalam seksi, dgn potongan pinggang yg tinggi menjadi pilihannya.

Pasti itu milik Bu Santi. Celana itu merah, tipis dgn bahan sutra yg sangat halus, berwarna biru tua. rendanya benar-benar membuat Hendro terangsang. Renda itu berada di bagian depan, dan di bagian elastisnya.

Renda di bagian depan punya bagian yg tembus pandang yg apabila dipakai, hampir pasti menampilkan bulu-bulu lembut nonok wanita. Hendro mulai mengeluskan celana dalam itu ke kontol nya yg sangat tegang.

Sensasi halus bahan celana dalam itu membuatnya nggak bertahan lama. Sebentar saja, cairan putih lengket menempel di celana dalam itu. Dari pengalaman itu, Hendro mengetahui bahwa bu Santi menggunakan bh ukuran 36D, dan Vonny 34B.

Keesokan harinya Minah mencuci pakaian-pakaian di ruang cuci. Hendro beruntung. Minah nggak menemukan celana dalam yg ditempeli air mani Hendro. Santi bukannya nggak buta. Sopir baru itu, Hendro, masih muda.

Tinggi, atletis, sepertinya Hendro bukan anak kampung kebanyakan. Dari matanya tampak dia orang yg cerdas. Santi sungguh terkesan dgn segala tingkah lakunya. Pak Tarjo memang benar-benar mendidiknya untuk menjadi sopir yg baik.

Bagi Santi, punya sopir yg gentleman menjadi sebuah kebanggaan yg dapat ia tunjukkan ke teman-temannya. Tiba-tiba Santi jadi sering memperhatikan Hendro. Ada suatu perasaan yg dia udah lama nggak rasakan.

Santi merasakan tubuhnya menggigil. Sendirian. di ranjang super King di kamar utamanya. Hujan deras, dgn petir menggelegar. Santi keluar dari kamar. Sore itu sungguh dingin, krn hujan yg begitu deras.


Cerita seks Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok
  • Dia perlu menghangatkan dirinya dgn secangkir coklat. Panas dan manis. I really need that, pikirnya. Santi nggak terlalu peduli dgn baju yg dikenakannya. Toh, lagipula nggak ada orang di rumah sebesar itu.
  • Minah dan Hendro ada di belakang, dan nggak mungkin mereka berani masuk rumah utama, pada saat Santi cuma sendirian di rumah. Sebuah tank top warna pink, cukup ketat, dgn bawahan hotpants.
  • Kostum wajibnya di rumah, yg dulu selalu disukai Kevin. Ya, dulu. Kini nggak lagi. Kevin terlalu sibuk dgn acara akuisisi, merger, ekspansi di sektor properti, valuta asing.
  • Santi merasa diri sangat seksi. Santi beranjak ke dapur. Dia menjerang air di sebuah teko kecil, sambil mengambil coklat di kitchen set, dekat dgn ruang cucian. Dan dia terkejut melihat pemandangan di tempat cucian.
  • Dari sisi dapur, ruang cucian tampak jelas, tapi orang yg di ruang cucian pasti nggak bisa melihat siapa yg ada di dapur. Dan Santi melihat sesosok tubuh laki-laki.
  • Apa yg sedang dia lakukan di ruang cucian pada saat hujan deras? yg pasti bukan untuk mencuci pakaian. Ya, itu pasti Hendro. Santi mengintip, dan merasakan kakinya melemah, ketika melihat apa yg sedang dilakukan Hendro.
  • Ooh, rasa itu muncul lagi. Santi merasakan putingnya mulai mengeras. Hendro sedang memegang celana dalamnya. nggak cuma itu saja, celana dalam Santi diusap-usapkan, sepertinya ke kontol Hendro.
  • Santi nggak bisa melihat dgn jelas, krn dia cuma bisa melihat tubuh Hendro dari belakang. Dan tubuh itu sungguh tubuh ideal. Santi melihat bahwa Hendro punya pantat, yg sungguh berotot.
  • Celana Hendro turun sampai ke lutut kaki. nggak tahan melihat pemandangan itu, Santi secara nggak sadar mulai meremas-remas dadanya. Pertama kali dalam hidupnya, dia merasa sangat terangsang tanpa ada seseorangpun di dekatnya.
Tanpa sadar, tangan kanannya menyusuri bagian dalam pahanya, kemudian masuk pelan-pelan ke dalam lubang kaki celana hotpantsnya. Tangan yg tiba-tiba lihai itu mencari sesuatu yg basah, dan mulai masuk ke dalamnya.

Oooh, feels great, really great, pikir Santi ketika tangannya mulai beraksi, merangsang tonjolan kecil di dalam nonok nya. Santi semakin cepat merangsang dirinya, sementara di tempat cucian, Hendro juga sepertinya semakin mendekati puncak kenikmatan.

Jantung berdegup semakin cepat, mata Santi nanar, dan meledaklah orgasmenya. satu kali setelah sekian lama. Sepertinya Hendro pun hendak mencapai ejakulasinya, tatkala dari jauh, tampak tubuhnya bergetar hebat.

Santi berusaha mengendalikan tubuhnya setelah orgasme yg hebat. Dia terduduk di depan kitchen set, dan mendengar Hendro beranjak pergi dari tempat cucian. Ketika Hendro udah nggak tampak , Santi cepat-cepat berlari menuju tempat cucian.

Dia mengambil celana dalamnya yg tadi digunakan Hendro untuk masturbasi. Celana itu penuh dgn cairan putih bening berbau pandan. Tiba-tiba Santi teringat dgn teko airnya. Suami dan anak-anaknya masih dua hari lagi di Hong Kong.

Pasti mereka bersenang-senang di sana. Santi sungguh jengkel, dan pagi ini dia merasakan rasa terangsang yg amat sangat, mengingat pengalamannya sore hari kemarin. Aku benar-benar butuh Kevin, pikirnya.

Celana dalam yg penuh air mani itu masih di tangannya. I really need a good cold shower, pikirnya. Hendro mengamati bu Santi. Lebih sering dari biasanya. Seakan-akan dunia cuma ada bu Santi.

Hendro merasa bahwa Bu Santi semakin memperhatikan dirinya. Bertanya, berbasa-basi, dan bahkan mengobrol dgn dia dan Minah di di belakang rumah. nggak cuma itu, Hendro merasakan bahwa ada sesuatu yg terjadi di antara mereka berdua.

Hendro pernah berpikir bahwa Bu Santi mungkin menggoda dia. Ketika berjalan di depan Hendro misalnya, sepertinya bu Santi melenggok-lenggokkan jalannya secara nggak wajar. Hendro juga semakin sering diberi pemandangan, pemandangan indah tepatnya, bagian-bagian tubuh bu Santi.

Awalnya seperti nggak disengaja oleh bu Santi. Sesuatu jatuh, dan bu Santi mengambilnya, tepat di depan Hendro. Cara mengambilnya pun sepertinya lebih lama dari biasanya, memastikan bahwa Hendro dapat melihat dgn jelas keindahan buah dada besar yg berbalut bh berenda yg sepertinya kekecilan untuk volume sebesar itu.

Suatu saat bahkan bu Santi sengaja duduk di kursi, ketika ngobrol bersama Hendro dan Minah, menumpangkan kaki. Tentu saja rok mini itu nggak kuasa menutupi keindahan kaki bu Santi.

Indah, tanpa cacat, putih, dan berkilat. Hingga pada suatu saat. Pagi itu Hendro selesai mengantar pak Kevin ke bandara. Jam masih menunjukkan pukul 9. 00. Anak-anak udah berangkat ke sekolah.

Minah sibuk mencuci cucian kotor di ruang cucian. kedengaran suara mesin cuci yg bising. Minah pasti nggak mendengar Hendro masuk garasi. Hendro bertekad. Hari ini atau nggak sama sekali.

Akal sehatnya udah hilang. Dia bersedia mengambil resiko untuk sesuatu yg mungkin akan dia sesali seumur hidup. Tapi dia harus mengambil resiko itu. Sekali seumur hidup. Dia merogoh sakunya.

Dia siap. Dia bergegas naik tangga ke lantai dua. Hendro tahu pasti, bu Santi belum berangkat kerja. dgn dada yg berdegup kencang, pelan-pelan Hendro mendekati pintu kamar utama, tempat pak Kevin dan bu Santi.

Pintu itu terbuka sedikit. Hendro jongkok dan mengintip. Dilihatnya bu Santi sedang melihat pemandangan kebun belakang dari balkon. Inilah saatnya. Hendro berlari sekencangnya dan kemudian dgn sigap, dia udah sampai di belakang bu Santi, menutup mulutnya, sambil menodongkan sebuah pisau kecil ke pinggang bu Santi.

"Bu, aku nggak segan-segan melukai ibu jika ibu menolak permintaanku, " kata Hendro tegang. Seumur hidupnya, belum pernah dia melakukan kejahatan, sekecil apapun. Tubuh itu meronta dalam dekapan Hendro.

Hendro menekan kembali pisaunya ke pinggang Bu Santi. "Bu, ingat, sekali ibu berteriak minta tolong, pisau ini akan menembus tubuh ibu. Ibu paham itu? " Hendro merasakan tubuh itu melemah dalam dekapannya.

dan kemudian gemetar. "Aku mau ibu sekarang bersandar ke jendela balkon dgn kedua tangan ibu. Ingat ibu, tanpa suara, " bisik Hendro. bu Santi melakukan perintah Hendro.

perlahan dia membungkuk, dan menyandar ke jendela dgn kedua tangannya. "Buka kedua kaki ibu, ke kiri dan ke kanan. Sekarang! " Bu Santi pun menurut. Hendro merasakan tubuhnya makin tegang.

Dadanya berdegup super kencang, sampai-sampai dia merasakan bahwa tenggorokannya kering melihat pemandangan di depannya. Rok mini dgn atasan blazer, pakaian yg sering sekali dikenakan bu Santi. Tapi sekarang Hendro ngeliat nya lain.

Kakinya yg jenjang terbuka, sementara pantat bu Santi membentuk lekukan indah, membekas, dan sangat jelas tampak dari rok mini yg dikenakannya. "Bu, pelan-pelan, turunkan celana dalam ibu, dgn satu tangan ibu. " Bu Santi menggeleng pelan.

" nggak, " bisiknya lirih. Hendro segera menampar pantat bu Santi. "ugh, " jerit Bu Santi lirih. air mata menetes di pipinya. Hendro tahu dia berkuasa atas tubuh indah ini.

"Jawaban yg salah, bu, " tukas Hendro dan kembali menekankan pisaunya, kali ini di paha belakang bu Santi. dgn tangan kirinya, perlahan bu Santi meraih elastis celananya, dan pelan-pelan menurunkannya.

Agak sulit, krn dia cuma menggunakan satu tangan. Celana itu berwarna merah, dgn renda biru tua. Hendro ingat sekali. Celana itulah yg digunakannya sewaktu masturbasi di ruang cucian.

Celana itu jatuh ke lantai. Hendro merasakan dirinya sangat terangsang. dgn tetap mengawasi bu Santi, dia membuka ikat pinggang celananya, dan kemudian celana dalamnya. penis nya merasakan udara bebas.

Tegak mengacung dgn kepalanya yg berkilat. Urat-uratnya terlihat jelas. Ketika suara ikat pinggangnya jatuh, spontan bu Santi menengok ke belakang. "oh, tidak, tidak, itu terlalu besar, " sambil berulangkali menggelengkan kepalanya.

cerita seks Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok cerita ngentot majikan seksi, kisah dewasa ngentot majikan, toket gede majikan dientot sopir ngentot majikan perek
Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok

Air mata terus menetes di pipinya. "Bu Santi, siapa yg menyuruh ibu menengok ke belakang? " Tangan Hendro melayang lagi ke pantatnya. Perlahan, Hendro menaikkan rok itu, menikmati setiap momen ketika tangannya bersentuhan dgn kulit lembut pantat bu Santi.

Tangannya yg kasar serasa sengatan listrik di tubuh bu Santi. Bu Santi gemetar hebat. Hendro menyentuh bagian dalam paha bu Santi. Rasanya benar-benar aneh. Hendro merasa ada sesuatu yg licin mengalir.

Hendro mengikuti aliran cairan itu, naik ke arah nonok bu Santi. Mulut memek itu terpampang jelas di depan Hendro. Tercukur halus, dgn bukit yg nggak terlalu menonjol.

Benar-benar sebuah figur yg sempurna. Hendro nggak tahan. Dia harus masuk sekarang. Hendro mengarahkan ujung kontol nya ke lipatan nonok bu Santi. ketika kepala kontol itu beradu dgn mulut nonok , keduanya bergetar.

Sangat hebat. Perlahan, kontol itu mulai masuk, menerobos ke dalam. Bu Santi menggoyangkan pantatnya. Hendro yakin itu. Sepertinya dia berusaha agar kontol Hendro masuk lebih mudah. Dan perjuangan itu memang menjadi lebih mudah.

Hendro menemukan bahwa kontol nya dapat dgn mudah masuk. memek itu udah basah, siap menerima pendatang asing yg kekar. Hendro heran. Begitu semuanya masuk dalam nonok bu Santi, Hendro berhenti.

Dia ingin menghayati momen-momen ini. Mungkin yg terakhir dalam hidupnya, apabila setelah ini dia dipenjara atas tuduhan perkosaan. Dia serasa mendengar gelegar petir ketika kemudian mendengar suara.

"Hendro, ayoo, " bisik bu Santi. Bu Santi? dia menginginkan Hendro? Jadi. ? Hendro nggak mau berpikir panjang. Pantatnya mulai bergoyang, pelan sekali, takut bahwa bu Santi kesakitan dan berubah pikiran.

"Hendro,. " Dan kemudian terjadilah. Dua tubuh sempurna bergerak seirama. Hendro memegang pinggang bu Santi, dan kedua tangan bu Santi mencengkeram erat kusen jendela balkon. Hendro menggerakkan pinggangnya, memasukkan dan kemudian dgn pelan mengeluarkan kembali kontol nya dari dalam nonok yg basah itu.

Bu Santi mengeluh pelan. Peluh mulai menetes dari keningnya. Dua tubuh itu bergerak semakin cepat. Tiba-tiba, tubuh bu Santi bergetar. Hendro merasakan denyutan nonok mencengkeram kontol nya.

bu Santi menjerit kecil. "Ooh, uhm, uhm. " Hendro tahu dia terpuaskan. Hendro pun merasakan bahwa dirinya semakin dekat. Tanpa aba-aba, Hendro pun mencapai puncak. Di dalam nonok bu Santi.

Bu Santi duduk tersimpuh. Kakinya lemah akibat orgasme yg tadi begitu hebat. keliatan cairan cinta mereka berdua menetes di lantai. Mereka duduk terdiam. "Thanks Hendro. Ini yg pertama dan terakhir. "
(.Y.)

cerita ngentot, seks, ngentot majikan, seksi, kisah sex ngentot majikan

Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok cerita ngentot, cerita ngentot, seks, ngentot majikan, seksi, kisah sex ngentot majikan cerita dewasa terbaru seks, cerita seks dewasa, cerita ngentot, seks, ngentot majikan, seksi, kisah sex ngentot majikan
Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok
Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok, cerita seks , cerita seks Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok cerita ngentot majikan seksi, kisah dewasa ngentot majikan, toket gede majikan dientot sopir ngentot majikan perek, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Ngentot Majikan Seksi Lagi Mabok

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com