Karena Desahanku Ditoilet Memek Ku Jadi Di Pejuin Guru

Karena Desahanku Ditoilet Nonok Ku Jadi Di Pejuin Guru | Aku meraba klitorisku dngan jari jariku, terasa nikmat sekali, beberapa saat kututup mataku. Cepat sekali nonok ku sudah licin, basah sekali, sentuhan jari jariku semakin menebarkan rasa nikmat. Sesekali aku tekan lebih keras, tubuhku rasanya nggak sanggup menopang tubuhku, lututku bergetar lemas nggak kuat menopang tubuhku.

Oh ya, keasikan neh, perkenalkan namaku Melly, 24 tahun, masih single, aku bekerja sebagai seorang guru sd. Hobiku adalah masturbasi sambil menghayalkan pria pujaanku, fantasi-fantasi liar sering kali nggak dapat kubendung, apalagi semenjak aku jomblo hampir setahun ini.

Dan beginilah, belakangan ini jika sedang horny aku nggak kenal tempat untuk memuaskan gejolak birahiku. Balik ke cerita tadi. Sangkin nikmatnya masturbasi di toilet sekolah, aku sampai nggak menyadari kalau pintu toilet meskipun kututup tapi nggak kukunci.

Aku semakin nggak peduli, yang kutahu aku harus memuaskan birahiku yang sedang terbakar, kucoba menahan desahanku, meskipun terkadang terlepas juga desisan desisan kecil dari bibir tipisku. "sshh. emh", desisan kecil sesekali kelaur dari bibir tipisku.

Aku membayangkan ngentot dngan pak Capri, guru olah raga baru disekolah tempatku bekerja, pak Capri sungguh tampan dan tubuhnya yang sangat kekar, tadi siang aku memperhatikannya yang sedang memberi petunjuk cara meregangkan otot kepada murid kelas 6 sd.

ototnya begitu keakar, belum lagi ada tonjolan yang menggelembung di antara pahanya. Terus terbayang-bayang, aku jadi ga kaut lagi menahan birahiku sampai akhirnya berujung di toilet sekolah ini ketika jam pelajaran berakhir dan sekolah sudah sepi.

Aku membayangkan ngentot dngan pak Capri di toilet ini, dia memompa peler nya yang besar di nonok ku dari arah belakang, tubuhnya mendorong tubuhku sehingga aku terpaksa menahan tubuhku di tembok toilet dan sedikit menungging.

Aku mempraktekkannya seolah-olah semuanya nyata, satu tanganku bertopang di dinding dan yang lain membelai klitorisku dari depan. 'uh pak Capri', desisku pelan. aku terus mengejar kenikmatan, keringatku mulai keluar dari atas keningku.

nggak lama aku merasa hampir tiba di ujung kenikmatan itu, namun tiba-tiba, 'brak', pintu toilet tiba tiba terbuka. 'bu Melly', kata orang yang berdiri di depan pintu toilet dngan mata yang nggak berkedip sedikitpun ngeliat ku.

Aku tersentak kaget, 'pak Dirjo eh. ' , kataku kaget ketika ngeliat pak Dirjo, cleaning service sekolah yang umurnya sekitar 40 tahun. Sangkin kagetnya dan nggak tau berbuat apa aku jongkok merapatkan kakiku sangkin kagetnya, namun tanganku masih berada diantara selangkanganku, aku begitu kaget sampai luapa menarik tanganku.

'pak parmaan keluar', kataku dngan suara pelan. Wajahku pucat sangkin takut dan malunya. Kurang ajar benar dia, bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar toilet dan menguncinya.

'ngapain pak. keluar, ' perintahku dngan tetap berjongkok sambil merapikan rok ku ke bawah yang tadinya tersingkap sampai ke pinggul. 'Bu Melly', kata Dirjo sambil mendekatiku dan mendekap tubuhku.

Aku bertambah kaget, tapi aku tdak berani berteriak, aku takut ada orang yang mengetahui kalau aku masturbasi di toilet sekolah. 'jangaan pak', kataku berusaha melepaskan dekapannya, kugeser tubuhku untuk melepaskan diri dari dekapannya, namun dia tetap mendekapku sampai aku menabrak dinding.

'jangan paak', kataku takut, dia nggak mendengarkanku, bahkan dia mendekatkan wajahnya dan menciumi leherku, 'jangan', kataku lagi. melihat Dirjo yang begitu beringas dngan nafas mendengus dengaus menciumi leherku dan tangannya mulai meraba raba payudara ku.

Aku menyadari kalau aku terjebak, aku berusaha melawan, dngan sekuat tenaga aku dorong tubuhnya, berhasil, dia terjatuh di lantai toilet. Aku langsung mengambil kesempatan, berdiri ke arah pintu, namun ketika aku mencoba membuka grendel pintu toilet.

Tanganku tertahan oleh tangan Dirjo yang kekar, 'lepaskan', kataku, namun Dirjo yang sudah kesetanan itu nggak mendengarkanku, dia malah memutar tangan kananku ke belakang tubuhku dngan paksa, tangannya yang lain menahan tangan kiriku didinding.

Aku terjebak, tenaganya kuat sekali, tubuhku seperti terkunci dan nggak bisa bergerak, 'pak parmman jangan. sakit. lepaskan', kataku memohon dngan suara memelas. 'bu Melly. biarkan aku. ' , katanya didekat telingaku, dengusan nafasnya sampai terasa menerpa telingaku.

"ah lepaskan', aku memohon lagi begitu mengetahui tubuh kekarnya menekan tubuhku kedinding. Aku sangat takut, ketika merasa ada benda yang keras kenyal menabrak bokongku. 'ahh peler nya udah tegang, dia akan memperkosaku', jerit batinku Aku semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangannya yang menahan kedua tanganku.

'sebaiknya bu Melly jangan berisik, nanti ada orang yag dengar, biarlah saya dipukuli orang tetapi saya akan cerita ke semua orang kalau ibu Melly masturbasi di kamar mandi', katanya mengancam, aku mengurangi perlawananku, ancamannya begitu mengena.

Cerita Sex Karena Desahanku Ditoilet Nonok Ku Jadi Di Pejuin Guru

Apalagi di sekolah aku dikenal sebagai wanita anggun yang berkarisma. Aku menghentikan perlawananku. berpikir sejenak. Kesempatan itu nggak disia siakannya, tangan kananku diletakkan keatas merapat didinding bersatu dngan tangan kiriku, dngan tangan kirinya dia menahan kedua tanganku.

'jangan paak, kumohon jangaan', aku memelas kepadanya. Tapi sia-sia, tangan kanannya sudah bebas meraba raba payudara ku, dia memeras payudara ku keras sekali. Ingin rasanya menangis tetapi aku takut malah ada yang dengar.

"aahh bu Melly. toked bu Melly gede banget emmhh', kata-kata kotor yang memuji keindahan tubuhku keluar dari mulutnya. Kurang puas meraba payudara ku yang masih ditutupi kemeja, dia menarik kemejaku keatas melepaskan dari dalam rokku.

Tangannya yang kasar mulai terasa meraba raba perutku, 'ammpuun pak lepaskan', kucoba lagi memohon ketika dia mulai memeras payudara ku. 'emmh bu Melly, gede banget payudara bu Melly', katanya lagi dngan berbisik dari belakang, dengusan nafasnya yang berderu menandakan dia sangat bernafsu.

Dan aku bisa merasakan kontol nya sudah sangat keras sekali menabrak nabrak pantatku. Ini semua menandakan dia benar benar sudah sangat ingin menyetubuhiku. 'Bu Melly ijinkan saya ngentotin bu Melly', bisiknya pelan sambil menarik rokku keatas.

Aku kaget mendengarnya, tetapi tenagaku nggak cukup kuat melepaskan kuncian tangannya. 'Pak. jangan jangan kasihani aku', kataku memelas. Sepertinya apapun yang kukatakan nggak dapat membendung nafsu setannya, sejenak nggak kurasakan tangan kanannya meraba raba tubuhku.

Penasaran apa yang dilakukannya. aku menoleh ke belakang dan alangkah kagetnya. 'oh jangan pak', aku panik ketika ngeliat ke belakang dia mengeluarkan peler nya, meskipun nggak begitu jelas aku bisa ngeliat kontol nya yang besar dan hitam legam sudah keluar dari sarangnya.

Belum hilang rasa kagetku, Dirjo menekan tubuhku merapat kedinding, aku merasakan benda kenyal dan keras mengesek dan menabrak pantatku. 'Aduuh pantat bu Melly montok banget', katanya meremas remas pantatku.

Aku terkaget, aku baru teringat jika ketika masturbasi tadi aku melepas celana dalamku dan celana dalamku masih tergantung di pintu toilet. 'Gawat neh', pekikku dalam hati mengetahui bokongku nggak dibaluti kain sedikitpun.

Pasti dia dngan mudah mencari sasaran tembaknya apa lagi nonok ku udah mengeluarkan cairan karena masturbasi tadi, aku menjadi panik kembali, aku takut membayangkannya. Kucoba lagi memberontak, tapi tetap sia sia.

Aku pasrah, rasanya nggak mungkin lepas, kurasakan ada benda kenyal sedang menggesek gesek belahan nonok ku yang licin seperti mencari cari sasaran. Akhirnya benda itu berhenti tepat di mulut lubang nonok ku setelah mendapatkan sasaran tembak, peler Dirjo sudah berada tepat di depan mulut nonok ku, aku sungguh nggak berdaya.

'Pak Dirjo ampun pak', kataku memohon lagi menyadari dalam hitungan detik peler nya akan segera masuk kedalam tubuhku. 'Bu Melly udah lama saya pengen giniin bu Melly, bu Melly seksi banget', katanya, dan tiba tiba kurasakan peler nya mulai masuk, aku panik mencoba melawan sengan sisa sisa harapanku, bukannya terlepas tapi malah karena gerakan tubuhku peler itu malah terbenam masuk ke dalam lubang nonok ku, 'ah tidak', pekikku dalam hati ketika kurasakan peler nya terasa terbenam memenuhi nonok ku.


Cerita seks Karena Desahanku Ditoilet Nonok Ku Jadi Di Pejuin Guru
  • Aku menarik nafas, ingin rasanya menangis. Sungguh sial, nonok ku yang sudah basah ketika aku masturbasi tadi malah memudahkan batang itu masuk, tetapi kupikir itu lebih baik, jika nggak mungkin nonok ku bisa lecet karena ada benda yang memaksa masuk, tapi berkat cairan yang sebelumnya memang udah membanjiri nonok ku membuat peler Dirjo yang besar itu pun masuk perlahan menggesek dinding lubang nonok ku perlahan.
  • 'emh bu Melly, nonok bu Melly enak banget, oh', desahnya didekat telingaku ketika peler nya dibenamkan sedalam dalam mungkin dan terasa menyentuh rahimku, 'Ya ampun panjang banget peler laki laki ini, ampun', pekikku dalam hati.
  • Aku berharap peler itu udah mentok karena terasa sangat keras menabrak rahimku dan terasa sedikit perih karena jujur aja belum pernah ada benda sebesar itu masuk ke nonok ku.
  • Ketika batangan itu amblas, aku terdiam, antara bingung, takut, takjub, nikmat dan kaget. Semuanya berkecamuk dikepalaku. aku benar benar terdiam, nggak bergerak. Aku pasrah, nggak mengeluarkan sepatah katapun, nggak kusangka khyalanku ngentot di toilet sekolah, dan disetubuhi dari belakang kesampean juga, tetapi bedanya bukan dngan pak Capri dan aku nggak menginginkan ini terjadi.
  • Tapi kenyataannya, laki laki yang sedang mendesah desah dibelakangku, yang sedang membenamkan batangannya di lubang surgaku yang berharga adalah pegawai kebersihan alias cleaning service di sekolah kami.
  • Kenyataan yang harus kuterima, Dirjo sedang menikmati nonok ku, menikmati memompa kontol nya keluar masuk di lubang kemaluanku. 'oh bu Melly. oh enaknya', desah Dirjo ga karuan berkali kali 'emh', aku mendesis kecil, meskipun aku nggak suka tapi tiba-tiba aku merasakan rasa nikmat meskipun tersamar oleh rasa takutku.
Dirjo terus mengocok peler nya tanpa henti, begitu dalam melesak masuk di lubang nonok ku. Kedua tanganku masih ditahan oleh tangannya yang kekar di dinding toilet. 'oh ya ampun peler nya teraasa banget', teriakku dalam hati.

Ketika aku mulai tenang, aku menyadari kalau peler Dirjo memang besar dan keras sekali, gesekan dan tusukan peler nya begitu mantap memenuhi lubang nonok ku. Terasa banget ada benda yang mengganjal selangkangku, mulai menebarkan rasa nikmat yang menjalar diseluruh tubuhku.

Diam diam aku mulai menikmati diperkosa pria ini, tiap kali dia menggerakkan batang peler nya, darahku berdesir, sungguh luar biasa nikmat yang kudapat. Ketika dia menancapkan kontol nya kembali ke dalam liangku, aku mendesis pelan, kucoba nggak mengeluarkan suara, aku terlalu sombong untuk mengakui kalau batangan itu sungguh memberikan kenikmatan padaku, tetapi tetap saja desisan kecil keluar dari bibirku.

'mh mh', desisku pelan. 'enakkan bu? ' katanya tiba tiba. Ternyata dia mengetahui kalau aku mulai menikmati tusukan peler nya. Aku terdiam malu, nggak berani berkomentar, kalau kubilang nggak atau memaki makinya, dia pasti tahu aku bohong karena nonok ku sudah mengeluarkan banyak cairan yang menandakan aku juga terangsang dan menikmati enjotan peler nya.

Aku menundukkan kepalaku dan mencoba menghindari ciuman bibirnya yang mengecup pipi kananku. 'Tunggingin dikit bu Melly', katanya sambil menarik pantatku keatas. 'Kurang ajar. berani beraninya dia malah menyuruhku menungging', umpatku dalam hati.

Tapi aku nggak punya pilihan selain menuntaskan birahinya secepat mungkin, dan berharap agar semuanya secepat mungkin berakhir. Aku ikuti saja kemauannya dngan menunggingkan sedikit pantatku. 'emmh pantat bo Melly memang montok banget, ga salah apa yang aku khayalin selama ini', katanya sambil meremas remas bokongku gemas.

'Gila, ternyata aku sudah lama jadi fantasi laki laki ini', pikirku dalam hati. Merasa posisiku sudah siap, sambil tangan kirinya menahan pinggulku, dia kembali menggerakkan peler nya kembali.

'emmh pak pelan', kataku ketika kurasakan penetrasi peler nya terasa lebih dalam dari sebelumnya, mungkin karena aku menunggingkan pantatku sehingga posisi nonok ku benar-benar bebas hambatan. Dirjo nggak memperlambat kocokannya, dia malah mempercepat, aku mulai mendesah-desah pelan masih menjaga sikapku, 'emmh emh', desisku pelan merasakan gesekan batang peler nya di lubang nonok ku.

cerita seks, Karena Desahanku Ditoilet Memek Ku Jadi Di Pejuin Guru, cerita dewasa ngentot guru ditoilet, karena desahanku
Karena Desahanku Ditoilet Memek Ku Jadi Di Pejuin Guru

melihat tubuhku yang terdorong dorong kedepan, Dirjo sepertinya sengaja melepaskan kedua tanganku sehingga aku dapat menahan tekanan tubuhnya, dngan kedua tanganku bertopang pada tembok. 'emh gila seret banget', erangnya.

Kini kedua-tangannya meremas remas bokongku yang bulat padat sambil nggak berhenti mengocok peler nya. 'ooh bu oh' Dirjo semakin keras mendesah, aku jadi takut kalau-kalau ada orang yang mendengar desahannya itu.

"pak Dirjo. ja. jangan berisik pak" kataku memohon takut desahannya didengar orang. 'iya bu emhh abis enak banget', katanya pelan dngan nafas menderu. Kocokan peler nya terasa semakin cepat.

Kurang puas meremas-remas bokongku, dia menguakkan belahan pantatku. dan kurasakan satu jarinya membelai anusku. Kontan aja aku menggeliat, pantatku bergoyang ke kanan ke kiri karena kegelian. 'oh pak Dirjo. oh', aku bukan lagi mendesis tetapi desahan mulai keluar dari bibirku, rasa nikmat yang tercipta dari kocokan peler Dirjo ditambai gesekan jarinya yang membelai anusku seperti racikan yang pas membuat aku lupa diri, dan membuatku nggak dapat membendung desahanku.

Hebat sekali, rasanya aku mulai benar benar menikmati semua ini, tubuhku terasa sangat geli, kenikmatan rasanya menyebar diseluruh tubuhku. 'oh ah', aku semankin menggila desahanku bertambah keras saja, Dirjo bukan saja hanya membelai anusku dngan jarinya tetapi memasukkan satu jarinya ke anusku dan menusuk nusuk jarinya ke anusku, refleks pantatku semakin kutungingin, tiap kali dia menarik peler nya dia membalasnya dngan menusukkan jarinya ke anusku.

Jujur saja terlintas dibenakku untuk melakukan anal sex dngan pak Dirjo, seperti yang dulu pernah kulakuan dngan pacarku. Dirjo semakin mengerang tak karuan, nggak kuhiraukan lagi apa yang dikatakan Dirjo, rasanya aku sudah mau orgasme.

'saya mau keluar. ahh bu Melly', kudengar samar samar erangannya, namun nggak kupedulikan karena aku juga merasa sudah mau orgasme. 'ooh emh oh' desahku lebih keras, kurapatkan tubuhku kedinding, Dirjo mengikuti tubuhku dan menekan keras keras peler nya kedalam nonok ku, bahkan dia menusuk jarinya sampai amblas didalam anusku 'ah setan kau parman', lirihku panjang, aku orgasme, aku nggak dapat menahannya, sungguh luar biasa aku bisa orgasme ketika diperkosa.

Kutelan air liurku menikmati sisa kenikmatan, masih kurasakan kontol Dirjo memenuhi liangku, tetapi nggak kurasakan lagi jari Dirjo di anusku, kedua tangannya memegang pantatku dan memompa peler nya dngan ganas.

'oh bu Melly oh', tiba tiba Dirjo mengerang keras dan menekan tubuhku keras, aku kaget menyadari dia mau orgasme, tapi terlambat, diringi erangannya, peler Dirjo sudah menyemburkan peju hangat menyirahi rahimku.

Berkali kali dia mengehentakkan kontol nya dalam-dalam membuat tubuhku terdorong ke tembok. 'oh emh', entah kenapa aku ikut menikmati sensasi ketika Dirjo orgasme di liangku, denyutan-denyutan kecil batang peler nya terasa di sinding lubang nonok ku ketika cairan hangat peju nya berhamburan keluar menyirami lubangku.

'Ah apa yang kulakukan? Dirjo orgasme di nonok ku', pekikku dalam hati. Aku tersadar kembali, kurapatkan tubuhku kedinding dan menarik nafasku, aku teringat kalau aku memang sudah mau haid, aku hanya bisa berharap peju nya nggak membuahi telur dirahimku.

'ahh bu Melly emmh', dia mencoba mencium pipiku tapi kudorong dngan mata melotot. melihat ku protes, dia segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan peler nya yang masih dilumuri cairan nonok ku.

'Cepat keluar pak', kataku dngan suara lantang sambil merapikan posisi rokku. Dirjo tanpa berkata apa apa langsung keluar dan kukunci pintu toilet. Aku langsung membersihkan kemaluanku dari cairanku sendiri dan peju Dirjo yang mengalir keluar, 'gila. banyak banget peju nya', umpatku dalam hati.

Aku mengenakan celana dalam dan merapikan baju yang kukenakan. Aku mengendap endap keluar toilet dngan hati berdebar, takut ada orang yang mengetahui apa yang terjadi tadi di toilet.

Suasana sekitar sekolah sepi, memang saat itu sudah hampir jam 4 sore. dngan hati berdebar aku memasuki ruangan guru, kulihat kepala sekolah dan 2 orang guru belum pulang mereka lagi sibuk dngan urusan masing masing.

Aku sedikit bernafas lega meskipun perasaan kotor masih ada dipikiranku. Dan sore itu aku pulang kerumah dngan perasaan yang nggak menentu antara malu, takjub dan takut.
Karena Desahanku Ditoilet Memek Ku Jadi Di Pejuin Guru
Karena Desahanku Ditoilet Memek Ku Jadi Di Pejuin Guru, cerita seks , cerita seks, Karena Desahanku Ditoilet Memek Ku Jadi Di Pejuin Guru, cerita dewasa ngentot guru ditoilet, karena desahanku, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Karena Desahanku Ditoilet Memek Ku Jadi Di Pejuin Guru

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com