Nonok Disodok Ayah Teman Ku

Nonok Disodok Ayah Teman Ku | Oom Hamdan, usia 44 tahun yang juga cukup dikenal dengan baik oleh Irsila krn dia sering datang kerumah sahabatnya ini. Pada penampilan luarnya Oom Hamdan bertampang tenang, cool dan malah kelihatan sebagai orang alim, tapi kenapa sampai bisa berhubungan dgn Irsila ini awalnya cukup seru dan menggairahkan.

Secara gak sengaja keduanya saling kepergok di sebuah hotel ketika masing-masing akan melakukan perbuatan iseng. Oom Hamdan saat itu sedang menggandeng seorang pelacur langganan tetapnya dan Irsila saat itu sedang digandeng dr.

Budi. Keduanya jelas-jelas bertemu di gang hotel sama-sama nggak bisa mengelak. Tentu saja sama-sama kaget tapi masing-masing cepat bisa bersandiwara pura-pura saling nggak kenal. Kelanjutan dari itu masing-masing sepakat bertemu dikesempatan tersendiri untuk saling menjelaskan dan membela diri.

Bahwa kalau Irsila mengaku hubungannya dgn dr. Budi krn kena bujuk diajak beriseng dan cuma dgn laki-laki itu saja, sedang Oom Hamdan mengaku bahwa dia terpaksa mencari pelarian krn Tante Vera, istrinya, katanya udah kurang bergairah menjalankan kewajibannya sebagai istri di tempat tidur.

Masuk akal bagi Irsila krn dilihatnya Tante Vera yang gemuk itu memang lebih sibuk di luar rumah mengurus bisnis berliannya ketimbang mengurus suami dan keluarganya. Itu sebabnya Rina, salah satu anaknya juga jadi bebas dan liar di luaran.

Dari pertemuan itu masing-masing nampak sama ketakutan kalau rahasianya terbongkar di luaran. Irsila takut hubungannya dgn dr. Budi didengar orang tuanya sedang Oom Hamdan juga lebih takut lagi nama baiknya jadi rusak.

Berikutnya krn kadung udah saling terbuka kartu masing-masing, keduanya yang berusaha agar saling menutup mulut jangan membuka rahasia ini justru menemukan cara tersendiri yaitu dgn membuat hubungan gelap satu sama lain.

Ide ini terlontar oleh Oom Hamdan yang coba merayu Irsila ternyata diterima baik oleh Irsila. Singkat cerita kesepakatan pun tercapai, cuma ketika menjelang janji bertemu di suatu tempat di mana Oom Hamdan akan menjemput dan membawa Irsila ke hotel, Irsila meskipun ngeliat nggak ada salahnya mencoba iseng dgn Oom Hamdan nggak urung berdebar juga jantungnya.

Tegang krn partner kali ini hubungannya terkait dekat. Sekali meleset dan terbongkar bisa fatal urusan malunya. Begitu juga waktu udah semobil di sebelah Oom Hamdan, sempat kikuk malu dia dgn laki-laki yang ayah sahabatnya ini.

Pasalnya Oom Hamdan yang sebenarnya juga sama tegang krn kali ini yang dibawa adalah teman dekat anak gadisnya, dia hampir nggak ada suaranya dan pura-pura sibuk menyetir mobilnya sehingga Irsila didiamkan begini jadi salah tingkah menghadapinya.

Tapi waktu udah masuk kamar hotel dan mengawali dgn duduk ngobrol dulu merapat di sofa, di situ mulai ke luar keluwesan Oom Hamdan dalam bercumbu. Irsila pun mulai lincah seperti biasa pembawaannya kalau sedang menghadapi dr.

Budi. Genit manja jinak-jinak merpati membuat si Oom tambah penasaran terangsang kepadanya. Waktu itu dgn mesra Oom Hamdan menawarkan makan pada Irsila tapi ditolak krn masih merasa kenyang.

"Aku minta rokoknya Oom. Irsila pengen ngerokok. " pinta Irsila sebagai alternatif tawaran Oom Hamdan. "Oh ngerokok juga? Iya ada, mari Oom yang pasangin. Oom nggak tau kalo Irsila juga ngerokok. " "Cuma sekali-sekali aja, abis deg-degan pergi sama Oom ke sini. " jelas Irsila menunjukan kepolosannya.

"Kok sama, Oom juga sempat tegang waktu bawa Irsila di mobil tadi, takut kalo ada yang melihat. " Masing-masing sama mengakui apa yang dirasakan selama dalam perjalanan.

Irsila mulai menggoda Oom Hamdan. "Masa udah tegang duluan, kan belum apa-apa Oom? " godanya dgn genit. "Oo yang itu memang belum, tapi jantungnya yang tegang. " jawab Oom Hamdan setelah membakar sebatang rokok buat Irsila yang udah langsung menjulurkan tangannya, tapi masih belum diberikan oleh Oom Hamdan.

"Mana, katanya mau pasangin buat Irsila? " "Sebentar, sebelum ngerokok bibirnya Oom musti cium dulu. " Menutup kalimatnya Oom Hamdan langsung menyerobot bibir Irsila memberinya satu ciuman bernafsu, dibiarkan saja oleh Irsila cuma setelah itu dia menggigit bibir malu-malu manja menyandarkan kepalanya di dada Oom Hamdan sambil menyelingi dgn merokok yang udah diterimanya dari Oom Hamdan.

ngeliat ini Oom Hamdan semakin berlanjut. "Bajunya basah keringetan nih, Oom bukain ya biar nggak kusut? " katanya menawarkan tapi sambil tangannya yang memeluk dari belakang mulai mencoba melepas kancing baju Irsila.

Lagi-lagi Irsila nggak menolak. dgn gaya acuh tak acuh sibuk mengisap rokoknya, dia membiarkan Oom Hamdan bekerja sendiri malah dibantu menegakkan duduknya agar kemejanya dapat diloloskan dari lengannya membuat dia tinggal mengenakan kutang saja.

Irsila memang udah terbiasa bertelanjang di depan lelaki, jadi santai saja sikapnya. Tetapi ketika tangan Oom Hamdan menyambung membuka reitsleting belakang rok jeans-nya dan dari situ akan meloloskan rok berikut celana dalamnya, baru sampai di pinggul Irsila menggelinjang manja.

"Ngg. masak aku ditelanjangin sendiri, Oom juga buka dulu bajunya? " "Iya, iya, Oom juga buka baju Oom. " Segera Oom Hamdan melucuti bajunya satu persatu sementara Irsila bergeser duduknya ke sebelah.

Berhenti dgn cuma menyisakan celana dalamnya, dia pun beralih untuk meneruskan usahanya melepas rok Irsila. Sekarang baru dituruti tapi juga sama menyisakan celana dalamnya. Tentu saja Oom Hamdan mengerti bahwa Irsila masih malu-malu, dia nggak memaksa dan kembali menarik Irsila bersandar dalam pelukan di dadanya.

Di situ dia mulai dgn mengecup pipi Irsila sambil mengusap-usap pinggang bergerak meremas lembut masing-masing pangkal bawah susu si gadis yang masih tertutup kutangnya. "Irsila kurus ya Oom? " tanya Irsila sekedar menghilangkan salah tingkah krn susunya mulai digerayangi Oom Hamdan.

"Ah nggak, kamu malah bodimu bagus sekali Irsila. " jawab Oom Hamdan memuji Irsila apa adanya krn memang badan gadis ini benar-benar berlekuk indah menggiurkan. "Tapi Oom kan senengnya sama yang mantep, yang hari itu Irsila liat ceweknya montok banget. " "Iya tapi orangnya jelek, udah tua. Abisnya nggak ada lagi sih? Maunya nyari yang cakep kayak Irsila gini. Kalo ini baru asyik. " rayu Oom Hamdan sambil kali ini mencoba untuk membuka pengait bra Irsila yang kebetulan terletak di bagian depan.

"Oom sih ngerayu. Buktinya belon apa-apa udah bilang asyik duluan? " "Justru krn yakin maka Oom berani bilang gitu. Coba aja pikir, ngapain Oom sampe berani ngajak Irsila padahal jelas-jelas udah tau temen baiknya Rina, ya nggak? Kalo bukan lantaran tau kapan lagi dapet asyik ditemenin cewek secakep Irsila, tentu Oom nggak akan nekat gini. Udah lama Oom seneng melihat kamu Irsila. " Irsila kena dipuji rayuan yang memang masuk akal ini kontan bersinar-sinar bangga di wajahnya.

Perempuan kalau terbidik kelemahannya langsung jadi murah hati, segera mandah saja dia membiarkan kutangnya dilepas sekaligus memberikan kedua susu telanjangnya yang berukuran sedang membulat kenyal mulai diremas tangan Oom Hamdan.

"Emangnya, Oom seneng sama Irsila sejak kapan? Kayaknya sih Irsila liat biasa-biasa aja? " "Dari Irsila mulai dateng-dateng ke rumah Oom udah ketarik sama cantiknya, cuma masak musti pamer terang-terangan? Tiap kali melihat rasanya gemees sama kamu. " bHamdananya menyebut begitu sambil secara nggak sengaja memilin puting susu di tangannya membuat si gadis lagi-lagi menggelinjang manja.

Cerita Sex Nonok Disodok Ayah Teman Ku

"Aaa. gemes mau diapain Oom? ! " "Gemes mau dipeluk-pelukin gini, dicium-ciumin gini, atau juga diremes-remesin gini. sshm. " jawab Oom Hamdan dgn memperlihatkan contoh cara dia mendekap erat, mengecup pipi dan meremas susu Irsila.

"Terusnya apalagi? " "Terusnya yang terakhir ininya. Apa sih namaya ini? " tanya canda Oom Hamdan yang sebelah tangannya udah diturunkan ke selangkangan Irsila, langsung meremas bukit nonok yang menggembung dan merangsang itu.

"Itu bilangnya. nonok. " jawab Irsila dgn menoleh ke belakang sambil menggigit kecil bibir Oom Hamdan. Bahasanya vulgar tapi Oom Hamdan malah senang mendengarnya. "Iya, kalau nonok Irsila ini dimasukin Oom punya, boleh kan? " "Dimasukin apa Oom. ? " "Ini, apa ya bilangnya? " tanya lagi Oom Hamdan dgn mengambil sebelah tangan Irsila meletakkan di jendulan peler nya.

"Aaa. ini kan bilangnya peler. Dimasukin ini bahaya, kalo hamil malah ketauan orang-orang Oom? " Irsila bergaya pura-pura takut tapi tangannya malah meremas-remas jendulan peler itu. "Jangan ambil bahayanya, ambil enaknya aja. Nanti Oom beliin pil pencegah hamilnya. " "Tapinya sakit nggak? " tanya Irsila sambil mematikan rokoknya ke asbak.

"Kalo udah dicoba malah enak. Yuk kita pindah ke tempat tidur? " Oom Hamdan mengajak tapi sambil membopong Irsila pindah ke tempat tidur untuk masuk di babak permainan cinta.

Di sini Irsila mulai memasrahkan diri ketika tubuhnya mulai digeluti kecup cium dan raba gemas yang menaikan birahi nafsunya. Irsila udah pernah begini dgn dr. Budi, caranya hampir sama dan dia senang digeluti laki-laki yang udah berumur seperti ini.

krn mereka bukan cuma lebih pengalaman tapi juga lebih teliti jika mengecapi badan perempuan, apalagi gadis remaja seperti dia. Asyik rasanya menggeliat-geliat, merengek-rengek manja diserbu rangsangan bernafsu yang bertubi-tubi di sekujur tubuhnya.

"Ahahhg. gellii Oomm. Sshh. iihh. Oom sakit gitu. sh. hng. " Mengerang antara geli dan perih tapi dgn tertawa-tawa senang, yang begini justru memancing si Oom makin menjadi-jadi.

Oom Hamdan yang nampaknya baru kali ini bergelut dgn seorang gadis remaja cantik tentu saja terangsang hebat, cuma saja dia sayang untuk terburu-buru dan masih senang untuk mengecapi sepuas-puasnya badan mulus indah yang dagingnya masih padat kencang ini.

Dari semula saja dia udah nekat melupakan bagaimana status hubungannya dgn Irsila apalagi setelah dilanda nafsu tinggi seperti ini. Anak gadis teman baiknya dan sekaligus sahabat anaknya ini begitu merangsang gairahnya membuat dia jadi terlupa segala-galanya.

Irsila yang udah memberi celana dalamnya diloloskan jadi telanjang bulat udah rata seputar tubuhnya dijilati dgn rakus. Diberi bagian susunya dihisap saja udah membuat Oom Hamdan buntu dalam asyik.

Sibuk mulutnya menyedot berpindah-pindah diantara kedua puncak bukit yang membulat kenyal lagi pas besarnya itu, lebih-lebih waktu Irsila di bagian terakhir memberikan nonok nya dikecapi mulutnya. Jangan bilang lagi, seperti anjing kelaparan dia menyosor menjilat dan menyedot celah merangsang itu sampai nggak peduli tingkatan kesopanan lagi.

Sahabat anak gadisnya yang biasanya hormat sopan kalau datang ke rumahnya, sekarang santai saja menjambak rambutnya atau mendekap kepalanya mempermainkan seperti bola kalau sosoran mulut rakusnya membuat geli yang terlalu menyengat.

"Ssshh. aahng. geli. Oomm. " Oom Hamdan seru memuasi rasa mulutnya yang tentu saja membuat Irsila terangsang tinggi dalam tuntutan birahinya, tapi begitu pun jalan pelepasan yang diberikan si Oom benar-benar memuaskan sekali.

Pada gilirannya Oom Hamdan merasa cukup dan menyambung untuk mengecap nikmatnya jepitan ketat nonok muda si gadis, di sinilah baru terasa asyiknya peler ayah sahabatnya. Sewaktu partama dimasuki, Irsila masih memejamkan mata, dia baru tersadar ketika batang itu udah setengah terendam di nonok nya.

Agak ketat sedikit rasanya. Membuka mata melirik ke bawah, dia langsung bisa mengira-ngira seberapa besar batang itu. "Aahshh. " dia mengerang dgn gemetar kerinduan nafsunya cuma saja tangannya mengerem pinggul Oom Hamdan agar nggak sekaligus tancap masuk.

Meskipun nggak diutarakan Irsila lewat kata-kata tapi Oom Hamdan mengerti maksudnya. Dia meredam sedikit emosinya dan menusuk sambil membor peler nya lebih kalem. Di situ batang peler ditahan terendam sebentar untuk membawa dulu tubuhnya turun menghimpit Irsila lalu dari situ dia berlanjut membor sambil mulai memompa pelan naik turun pantatnya.

Untuk beberapa saat masuknya batang diterima Irsila masih agak tegang, tapi ketika terasa mulai licin dan udah mulai bisa menyesuaikan dgn ukuran Oom Hamdan. Dia pun mulai meresapi nikmatnya batang Oom Hamdan.


Cerita seks Nonok Disodok Ayah Teman Ku
  • "Wih. ennaak sekalii! " begitu ketat dan begitu mantap gesekannya membuat Irsila langsung terbuai dgn nikmat sanggama yang baru dibukanya dgn batang kenikmatan Oom Hamdan. Saking asyiknya kedua tangan dan kakinya naik mencapit badan Oom Hamdan seolah-olah menjaga agar kenikmatan ini nggak dicabut lepas sementara dia sendiri mulai ikut aktif mengimbangi kocokan peler dgn putaran nonok nya yang mengocok.
  • Disambut kehangatan begini Oom Hamdan tambah bersemangat memompa, semakin lebih terangsang dia krn Irsila meskipun nggak bersuara tapi gayanya hangat meliuk-liuk setengah histeris. Bergerak terus dgn tangan menggaruk kepala Oom Hamdan, kakinya yang membelit nggak ubahnya bagai akan memanjat badan si Oom.
  • Kelihatan repot sekali gerak sanggamanya yang seperti nggak bisa diam itu, apalagi ketika menjelang sampai ke puncak permainan, tambah nggak beraturan Irsila menggeliat-geliat. Sementara itu si Oom yang udah serius tegang juga hampir mencapai ejakulasinya.
  • Beberapa saat kemudian keduanya tiba dalam orgasme secara bersamaan. Irsila yang mulai duluan dgn memperketat belitannya. "Aduuhh. ayyuhh. Oomm. shh. ahgh. iyya. duhh. aah. hgh. ahh. aeh. ahduhh. ssh Oom. hheehh. mmhg. ayoh. Irsila. " saling bertimpa kedua suara masing-masing mengajak untuk melepas seluruh kepuasan dgn sentakan-sentakan erotis.
  • Sama-sama mendapatkan kenikmatan dan kepuasan dalam jumpa pertama ini, sehingga ketika mereda keduanya pun menutup dgn saling mengecup mesra, gemas-gemas sayang tanda senangnya. Begitu nafas mulai tenang, Irsila memberi isyarat menolak badan Oom Hamdan meminta lepas, tapi sementara si Oom berguling terlentang di sebelah, dia udah mengejar, memeluk dgn memegang batangnya dan merebahkan kepalanya di dada Oom Hamdan.
  • Meremas-remas gemas sambil memandangi batang yang masih mengkilap lengket itu. "Bandel nihh. maen nyodok aja? " komentar Irsila sambil menarik peler Oom Hamdan. "Abis kamunya juga bikin penasaran aja sih? " balas Oom Hamdan dgn tangannya merangkul leher bermain lagi di susu Irsila.
  • "Oom seneng ya sama aku? " "Oo. jelas suka sekali Sayaang. Abis, kamu memang cantik, nonok nya juga enak sekali. " kali ini dagu Irsila diangkat, bibirnya digigit gemas oleh Oom Hamdan.
  • Irsila langsung bersinar bangga dgn pujian itu. Itu pembukaan hubungan gelap mereka yang sejak itu berlangsung secara sembunyi-sembunyi dgn jadwal rutin krn masing-masing seperti merasa ketagihan satu sama lain.
Oom Hamdan jelas senang dgn teman kencan yang cantik menggiurkan ini. Permainan selalu memilih tempat di hotel di luar kota tapi sekali pernah Irsila mendapat pengalaman yang unik serta konyol di rumah Oom Hamdan sendiri.

Suatu hari Tante Vera sedang berbisnis ke luar kota ketika Irsila datang bertandang siang itu untuk menemui Rina. Kedua gadis itu memang membuat janji akan jalan-jalan ke mall sore nanti tapi krn waktunya masih jauh, Rina mempergunakannya untuk keluar rumah sebentar.

Oom Hamdan yang membuka pintu dan dia sendiri ketika ngeliat ada peluang yang baik langsung memanfaatkannya, krn begitu Irsila masuk udah disambut dgn telunjuk di bibir memaksudkan agar Irsila nggak bersuara.

Irsila sempat heran tapi ketika digandeng ke kamar Oom Hamdan dia kaget juga, segera mengerti tujuannya. "Iddihh Oom nekat. nanti ketauan Oom. Rina memangnya ke mana? " katanya tapi dgn nada berbisik panik.

"Sst tenang aja. Kita aman, Rina lagi pergi sebentar, Tante lagi keluar kota sedang Hari lagi tidur. " jelas Oom Hamdan. Hari adalah adik laki-laki Rina yang duduk di kelas i smp.

Masih ada seorang lagi adik Rina bernama Hendi yang duduk di kelas I sma tapi dia tinggal dgn neneknya di Malang. "Iya tapi gimana kalo Rina dateng Oom? " "Kan nggak ada yang tau kalau Irsila udah di sini. Mereka nggak bakalan berani masuk kamar Oom. Acaramu kan Oom denger masih nanti malem, kita bikin sebentar di sini yaa? " "Tapi Oom. ? " "Udahlah di sini aja dulu, Oom mau ke luar sebentar. Tuch denger, kayaknya Hari udah bangun. Nih, Oom tebus waktumu untuk jajan-jajan sama Rina nanti, " kata Oom Hamdan langsung memotong protes Irsila dgn mengulurkan sejumlah uang yang cepat diambilnya dari dompetnya untuk membujuk Irsila.

Setelah itu segera dia keluar kamar meninggalkan Irsila yang krn merasa udah terjebak terpaksa nggak berani keluar takut kepergok Hari. Melirik uang yang digenggamnya sepeninggal Oom Hamdan, hati Irsila menjadi lunak lagi krn si Oom memang pintar mengambil hati dan selalu royal memberi jumlah yang cukup menghibur.

Meskipun begitu dia menguping dari balik pintu mendengarkan situasi di luar dgn hati berdebar tegang. "Pak, barusan kayaknya ada yang dateng kedengeran pintu kebuka? " terdengar suara Hari menanyai ayahnya.

Cerita seks, Nonok Disodok Ayah Teman Ku, ngentot nonok disodok om om kontol gede, cerita dewasa nonok disodok papa teman, bacaan sex porno bokep
Nonok Disodok Ayah Teman Ku

"Ah nggak ada siapa-siapa kok, barusan memang Bapak yang buka pintu. " Baru saja sampai percakapan ini, tiba-tiba terdengar suara motor Rina memasuki pekarangan. nggak lama kemudian dia masuk ke rumah dan terdengar menanyai adiknya.

"Har, barusan Mbak Irsila singgah ke sini nggak? " "Nggak tau, aku juga baru bangun. " "Oh ya? Padahal Mbak Rina singgah barusan ke rumahnya, Mamahnya bilangnya ke sini? " "Ya mungkin aja Irsila tadi ke sini tapi ngira kamu nggak ada, jadi pergi ke tempat lain dulu. " kali ini Oom Hamdan ikut menimbrung pembHamdanaan.

"Iya tapi aku ada janji sama dia nanti sore-sorean. " "Oo. kalo gitu paling-paling sebentar juga ke sini. " putus Oom Hamdan menghibur anaknya. Hening sebentar dan nggak lama kemudian terdengar suara Oom Hamdan memesan kedua anaknya agar jangan ada tamu atau telepon yang mengganggunya krn dia beralasan agak nggak enak badan dan akan tidur siang.

Sesaat setelah itu dia pun masuk disambut Irsila yang bersembunyi di balik pintu langsung mencubit gemas lengannya tapi nggak bersuara, geli dgn sandiwara yang barusan didengarnya. Oom Hamdan tersenyum dan menggayut pinggang Irsila, menggandengnya ke tempat tidur.

Irsila menurut krn tahu kalau menolak maka Oom Hamdan akan membujuknya terus, daripada berlama-lama lebih baik memberi saja agar waktunya lebih cepat selesai. Langsung diikutinya ajakan Oom Hamdan untuk membuka bajunya, cuma saja masih bingung jika permainan telah usai.

"Tapi nanti aku ke luar dari sininya gimana Oom. ? " tanyanya sambil menyampirkan celana dalamnya sebagai kain penutup terakhirnya yang dilepas. "Gampang, Oom pura-pura aja nyuruh mereka berdua keluar beli makanan, di situ Irsila bisa aman keluar dari sini. " "Ngg. Oom bisa aja akalnya. " Irsila sedikit lega.

"Oom kalo mikirin yang itu sih gampang. Sekarang yang Oom pikirin justru ngeluarin isinya barang ini yang enak gimana caranya. " timpal Oom Hamdan seraya mendekatkan tubuhnya yang udah sama bertelanjang bulat dan mengambil tangan Irsila untuk diletakkan di batang peler nya yang masih menggantung lemas.

Irsila malu-malu manja tapi tangannya langsung menangkap batang itu, menarik-narik, melocoknya dgn genggaman kedua tangannya sambil memandangi benda itu. "Yang enak tuh kayak apa sih? " godanya mulai bersikap manja-manja genit.

"Yang enaknya. ya jelas pake ini Irsila. " jawab Oom Hamdan balas menjulurkan tangannya meremas selangkangan Irsila. "Iddihh si Ooom. pengennya yang itu aja? " Irsila pura-pura jual mahal.

"Abisnya barang enak, jelas kepengen Irsila. " kata Oom Hamdan sambil mulai mengajak Irsila berciuman. Irsila memang memberi bibirnya tapi dia masih kelihatan setengah hati untuk balas melumat hangat, terlebih ketika akan diajak naik tempat tidur dia seperti merasa berat.

"Nggak enak ah Oom, sungkan aku itu tempat tidurnya Tante. " katanya mengutarakan perasaannya yang nggak enak untuk bermain cinta di tempat tidur keluarga itu. Oom Hamdan rupanya bisa mengerti perasaan Irsila, dia nggak memaksa tapi menoleh sekeliling sebentar dan cepat saja menemukan cara yang lain.

"Ya udah kalo gitu kita bikin sambil berdiri aja. Sini Oom yang atur, ya? " katanya sambil membawa Irsila ke arah kaki tempat tidur dan menyandarkan badan Irsila di palang-palang besi tempat tidur itu.

Oom Hamdan memakai tempat tidur mahal tapi model kuno yang terbuat dari besi lengkap dgn tiang-tiang penyangga kelambunya. Di situ pantat Irsila disandarkan di pagar bawah tempat tidur yang tingginya pas menyangga pantatnya, sedang kedua tangannya diatur Oom Hamdan melingkar di sepanjang besi melintang di antara dua tiang kelambu bagian kaki tempat tidur yang tingginya setinggi punggung, sedemikian rupa sehingga tubuhnya tersandar menggelantung di besi melintang itu hampir pada masing-masing ketiak Irsila.

Suatu posisi yang unik untuk bersanggama dalam gaya berdiri krn setelah itu Oom Hamdan mengambil dua ikat pinggang terbuat dari kain, lalu mengikat masing-masing lengan Irsila pada besi melintang itu.

Irsila menurut saja memandangi geli sambil menunggu apa yang selanjutnya akan dilakukan Oom Hamdan. Berikutnya barulah Oom Hamdan mulai merangsang dgn menciumi dan menggerayangi sekujur badan Irsila dari mulai atas hingga ke bawah.

Berawal mengerjai kedua susu Irsila dgn remasan dan kecap mulutnya dan kemudian berakhir mengkonsentrasikan permainan mulut itu di selangkangannya, membuat Irsila yang semula setengah hati mulai naik terangsang.

Malah terasa cepat krn posisi kedua tangannya nggak bisa ikut membalas ini menimbulkan daya rangsang yang luar biasa. Apalagi ketika mulut Oom Hamdan mulai memberi rasa geli-geli enak di nonok yang nggak bisa ditolak kepalanya kalau geli terlalu menyengat.

Begitu tengah sedang asyik-asyiknya permainan pembukaan ini, di teras depan Rina terdengar mengalunkan suaranya berduet mengiringi Hari dalam permainan gitarnya. Konyol memang buat Rina, sahabat yang sedang ditunggu-tunggu untuk janji pergi bersama, ternyata udah sejak tadi ada di dalam kamar rumahnya sendiri, sedang meliuk-liuk keenakan saat nonok nya dikerjai mulut ayahnya, malah udah nggak tahan rangsangan gelinya yang menuntut untuk lebih terpuaskan lewat garukan mantap peler ayah Rina sendiri.

"Ayyohh Oom. janggan lama-lama. masukkin dulu Oom punnyaa. " bahkan rintih Irsila udah meminta Oom Hamdan segera mulai bersenggama. Oom Hamdan nggak menunggu lebih lama. Dia segera bangun dan membawa peler nya yang setengah menegang menempel di celah nonok Irsila.

Membasahi dulu dgn ludahnya, menggosok-gosokan ujung kepala bulatnya di klitoris Irsila agar menjadi lebih kencang lagi, baru setelah itu mulai diusahakan masuk ke dalam lubang nonok di depannya.

Irsila menyambut seolah nggak sabaran, menjinjitkan kakinya untuk mengangkangkan pahanya selebar yang bisa dilakukannya tanpa bisa membantu dgn tangannya. Dia terpaksa menunggu Oom Hamdan bekerja sendiri menguakkan bibir nonok dgn jari-jarinya agar bisa menyesapkan kepala peler nya terjepit lebih dahulu, baru kemudian ditekan membor masuk.

Meningkat kemudian lagu-lagu cinta Rina yang berduet dgn Hari mengalun romantis, ini senada dgn Irsila yang saat itu juga sedang merintih lirih, mengalunkan tembang nikmat ketika nonok nya mulai disodok dan digesek ke luar masuk peler tegang Oom Hamdan.

"Ngghh. Ooomm. Sssh. hhshh. ngghdduuh. sshsmm. hdduhh Oomm. ennakk. ssh. mh. heehhs. adduhh. " mengaduh-aduh rintih suaranya tapi bukan kesakitan melainkan sedang larut dalam nikmat. Kalau tadi Irsila masih setengah hati untuk melayani nafsu Oom Hamdan, sekarang dia juga ikut merasa keenakan, krn bermain dalam variasi posisi berdiri ini terasa santai dan mengasyikan sekali baginya.

nggak repot menahan tubuhnya tetap berdiri krn bisa menggelantung dgn kedua lengannya, sambil menerima tambahan enak tangan Oom Hamdan yang meremas-remas kedua susunya, memilin-milin geli putingnya, dia juga bisa ikut mengimbangi sodokan peler ini dgn kocokan nonok nya.

Malah nggak berlama-lama lagi, ketika Oom Hamdan udah serius tegang akan tiba dipuncaknya Irsila pun mengisyaratkan tiba secara bersamaan. "Aduuhh. Oomm. ayoo. sshh. duh Irsila mau keluarr. sh. hhgh. Ooomm. " desah Irsila tertahan.

"Aduhhssh. Iya ayoo Irsila. Oom juga sama-samaa. aahghh. " segera mengejang Irsila menyentak-nyentak ketika orgasme diikuti Oom Hamdan tiba di ejakulasinya. Permainan pun usai dgn kepuasan sebagaimana biasa yang didapati keduanya setiap mengakhiri jumpa cinta mereka.
Nonok Disodok Ayah Teman Ku
Nonok Disodok Ayah Teman Ku, cerita seks , Cerita seks, Nonok Disodok Ayah Teman Ku, ngentot nonok disodok om om kontol gede, cerita dewasa nonok disodok papa teman, bacaan sex porno bokep, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Nonok Disodok Ayah Teman Ku

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com