Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler

Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler | Perjalanan ini pasti membosankan pikirku. Aku melirik penumpang yang duduk di sebelahku. Wanita yang duduk di sebelahku cantik sekali. Kulitnya putih mulus, mukanya manis. Rambutnya dipotong pendek. Mukanya mengingatkanku akan sebuah karakter dalam kartun Jepang Amy dalam film Sailormoon.

Mataku mulai berkeliaran, dadanya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil tapi kelihatan ketat dan tidak menunjukkan kekenduran sedikitpun. Bajunya putih ketat terbuat dari bahan yang elastis menunjukan lekukan tubuhnya yang sempurna.

Perutnya datar dan pinggangnya yang melekuk sungguh aduhai. Tak kusadari dia ngeliat ke arahku. "Kok melihat in kayak gitu sih Mas? " Mukaku langsung merah padam menanggung malu. Aku gelagapan bilang, "Maaf Non habis kamunya cakep sih. " Di luar dugaan dia cuma tersenyum kecil.

Sambil mengulurkan tangannya dia berkata, "Nama saya Viena, nama kamu siapa? " aku agak bengong sebentar tapi kemudian menjabat tangannya dan menjawab, "Eh. nama saya Tomas. " Tangannya lembut sekali.

Pikiranku mulai ngeres. Wah enak sekali kalau yang dipegang itu peler ku. "Kok jabat tangannya nggak lepas-lepas sih? " aku tersentak lagi dan minta maaf. Aku mengambil majalah dan mulai membacanya untuk menutupi mukaku yang mulai merah menahan malu.

Aku memang boleh dibilang jarang ada pacar walaupun aku boleh dibilang lumayan. Kalau masalah seks, aku sih personal experience masih belum ada, cuma masturbasi saja pernahnya. Aku sudah ngebet sekali nge-seks dengan cewek tapi sampai sekarang peruntungan masih belum ada.

"Eh kamu pernah sekolah di smp ** bukan? " tanyanya secara tiba-tiba. "Kamu kok tahu? " "Tadi waktu melihat kamu rasanya aku pernah melihat kamu sih, apa lagi ngedenger nama kamu. Aku dulu pernah sekelas sama kamu. " "Tapi rasanya nggak ada yang namanya Viena di kelasku. " "Waktu itu aku belum ganti nama, waktu itu namaku Li song, inget nggak? " Aku seperti tersentak saja, si Li song itu pacar impianku, biarpun badannya tidak perfect tapi cantik sekali.

Tapi cewek yang di depan mataku ini kelihatannya lain sekali, jauh lebih cantik. "Oh kamu toh, gila, kamu beda banget. Kamu dulu kayak anak kecil saja, sekarang kayak bidadari saja, " timpalku.

Dia cuma tersipu saja, kemudian kami pun mulai menceritakan keadaan masing-masing. Ternyata setelah lulus smp, dia pergi ke Kanada untuk belajar di sana. Dari Kanada, dia berjalan-jalan ke Taiwan dan dalam perjalanan balik ke Kanada tapi bakal tinggal di Los Angeles untuk sementara.

Sementara di Kanada, dia tidak ada cowok, katanya sih tidak ada yang mengejar dia. Gila, pikirku, cewek cakep, body perfect seperti dia tidak ada yang mengejar. Akhirnya makan malam pun mulai dihidangkan.

Sebagai penumpang First Class, kami ditawari bermacam jenis arak dan anggur. "Whisky please, " ucapku kepada sang pramugari. Dia menuangkan segelas Whisky. Viena ternyata memilih untuk minum Brandy. Sewaktu makan malam dihidangkan, lampu mulai diredupkan.

Tiba-tiba saja aku ada rasa untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya yang tak tersampaikan sewaktu di Surabaya. "Yin, aku mau tanya nih tapi kamu jangan kaget ya. " Sambil tetap mengunyah dia menoleh ke arahku dan mengangguk.

"Yin, aku waktu di **** dulu udah mulai suka sama kamu, tapi tidak ada kesempatan dan keberanian. " "Tomas, kamu mah gombal, " jawabnya sambil meminum Whisky-nya. "Yin, yang mau aku tanyain, kalau misalnya aku ngejar kamu gimana? " "Tergantung, " jawabnya polos.

Aku tidak banyak tanya lagi, kata "tergantung" sudah membuatku hilang semangat dan putus asa. Akhirnya piring kami diambil kembali dan waktu telah agak malam dan aku sudah kepingin tidur.

Aku minta selimut kepada pramugari pesawat itu dan Viena pun juga minta selimut. Tapi pramugarinya kembali dan memberitahu kalau selimutnya tinggal satu saja tapi selimut ini cukup untuk dua orang.

Akhirnya aku dan Viena share selimut itu dan tempat menaruh tangan di tengah kuangkat. Aku masih tidak bisa tidur, memikirkan si Viena. Bagiku kata "tergantung" adalah sebuah tolakan halus yang menyakitkan.

Cerita Sex Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler

Pernah aku menunggu jawaban seorang cewek yang memberi kata "tergantung" tetapi ternyata dia sudah punya pacar. Tiba-tiba saja aku merasakan kepala Viena di pundakku, rupanya dia tertidur dan tidak sengaja.

Aku tatap wajahnya yang manis dan cakep itu. Bibir imutnya seakan menggodaku untuk menciumnya. Tetapi aku berhasil menahan nafsuku dan mulai membetulkan dudukku. Aku menoleh lagi, seakan aku ingin sekali ngeliat i dia terus.

Akhirnya tanpa peduli resiko, tanganku, kutaruh di pinggangnya sementara tangan satunya kutaruh di belakang kepalanya dan kucium bibirnya. Tanpa diduga, lidahnya mulai menerobos bibirku dan akhirnya lidah kami berduel di dalam mulut kami.

Tangannya menarikku supaya lebih dekat. Akhirnya kami beristirahat untuk mengambil nafas. "Yin, apa sih maksudmu 'tergantung' ? " "Maksudku, tergantung kamu mau nggak ngejar aku. Kalau kamu mau, sih aku terima saja.

" Aku tercengang, ternyata tadi dia cuma main hard-to-get. Kucium dia sekali lagi tapi kali ini aku mulai ciumi juga lehernya dan kupingnya. Tanganku juga mulai masuk ke dalam bajunya yang ketat itu. Akhirnya tanganku mulai menyentuh bagian dasar buah dada nya, dengan satu gerakan mulus, tanganku mulai menggenggam buah dada nya yang lentur itu. Pentilnya yang sudah berdiri itu kumainkan dengan ibu jariku. Dia cuma mendesah kecil. Dia melepas ciuman kami dan di bawah selimut yang hangat itu dia melepaskan kaos dan bh-nya. Penumpang lain sudah tidur dan kami duduk di kursi paling belakang, sehingga tidak ada yang dapat ngeliat ataupun menduga apa yang kami lakukan. Setelah itu kami pun mulai melanjutkan permainan kami yang gila ini. Tanganku mulai meraba masuk celananya tak dapat dikira, ternyata dia tidak memakai celana dalam. Tanganku mulai menelusuri "hutan" nonok nyaa dan akhirnya menemukan klitorisnya yang juga telah berdiri seperti pentil buah dada nya.

Sewaktu tanganku menyentuh klitorisnya, dia bergetar sedikit. Kubenamkan kepalaku di bawah selimut dan dengan lahapnya kuhisap dan kujilat pentilnya sementara tanganku sibuk bermain dengan klitoris dan liang nonok nyaa.

Desahannya mulai agak cepat dan aku mulai takut ketahuan dan tertangkap. Jadi kucium dia sambil tanganku tetap bermain di nonok nyaa. Akhirnya dia mendapat klimaks dan jeritannya cuma terdengar dalam mulutku.

Ledakan klimaksnya sangat dahsyat dan tanganku dibanjiri oleh air bah klimaksnya seolah-olah seperti bendungan pecah keluar dari liang nonok nyaa. Celananya kini pun telah basah oleh air klimaksnya. Tanganku yang untuk pertama kalinya bermain dengan nonok cewek ini mulai pegal.

Akhirnya kubetulkan posisi dudukku dan kupeluk dia. Dia memakai kembali kaosnya dan bersandar pada dadaku. "Tomas, kamu belum puas kan, aku puasin yah? " Aku mulai gelagapan, jangan-jangan si Viena mau main di pesawat.


Cerita seks Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler
  • Aku tidak mau menanggung malu kalau ketahuan orang-orang, jadi aku bilang, "Yin, kamu terlihat nya capek, kamu istirahat saja, kamu kalau mau puasin aku boleh saja tapi nanti saja. " Akhirnya pesawat kami tiba di Honolulu, Hawaii untuk mengisi bahan bakar.
  • Kami diperbolehkan menunggu di dalam pesawat ataupun turun pesawat dan ngeliat -lihat keadaan Hawaii dari ruang tunggu. Aku dan Viena turun pesawat dan ke ruang tunggu. Kami punya 2 jam untuk jalan-jalan.
  • "Yin, kita mau ngapain? " tanyaku sambil menggandeng tangannya bak sepasang kekasih. "Kamu maunya apa? " jawabnya sambil memberikan senyuman seribu arti. Waktu masuk, aku ngeliat ada iklan hotel dalam airport.
  • Kuajukan saranku untuk beristirahat di dalam hotel. Viena setuju saja dan kami memesan satu kamar. Sesampai di kamar, aku langsung merebahkan diri di ranjang setelah melepas kaos dan sepatu serta kaos kakiku.
  • Viena berdiri di depan ranjang dan menyalakan tv, acara yang ditayangkan adalah mtv. Dia berjalan pelan mendekati ranjang tanpa melepaskan kontak mata. Pinggulnya bergerak ke kiri dan kanan dengan seksinya.
Dengan gerakan yang mulus, dia mulai berdansa dengan seksinya. Satu persatu pakaiannya dilepas hingga badannya tidak terbungkus sehelai kain pun. Batang peler ku sudah tegang dan keras seperti baja.

Perlahan-lahan dia naik ke ranjang. Dengan kedua lututnya, dia menopang badannya dan dia mulai menunduk dan menyingkapkan selimut ranjang yang kupakai. Sabukku dilepasnya dan celanaku ditarik sampai ke lutut.

Batang peler ku sudah sangat menonjol dan kepalanya keluar dari bagian atas celana dalamku. Kutendang celanaku ke lantai. Celana dalamku dipelorotnya dan mulutnya yang kecil itu mulai mengulum batang peler ku.

Semua itu dilakukannya tanpa melepaskan kontak matanya dari mataku. Gerakan mulutnya yang naik turun diiringi dengan sedotannya yang keras sungguh membuat nafsuku meledak. Pinggulku, kugerakkan naik turun seirama dengan naik turun mulutnya.

Kepalanya kupegang dan setiap kali kepalanya turun, kudorong kepalanya serendah mungkin agar seluruh batang peler ku ditelannya sedalam mungkin. Akhirnya klimaksku mulai mendaki naik dengan tajam, gerakan mulutnya pun mulai cepat dan hisapan-hisapannya semakin keras.

"Yin, aku mau keluar nih, kalau kamu nggak lepasin entar aku bakal nyemprot di mulut kamu nih. " ucapku. Dia tidak menggubris peringatan yang kuberikan, bahkan gerakannya makin dipercepat.

Cerita seks dewasa, Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler, kisah ngentot cewek jago jilat peler, kenalan sama cewek, sepongan cewek haus sex
Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler

"Oh yes. argh. " Aku menjerit keras. Aku seolah melayang di dimensi keempat dan kenikmatan yang kudapat tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata sewaktu aku menyemprotkan air mani ku di dalam mulutnya yang mungil itu.

Seluruh air mani ku ditelannya dan batang peler ku dijilatinya agar tidak ada setetes air mani pun yang bakal tertinggal. Dia memandangku dan bertanya, "Gimana, aku hebat nggak? " Hebat? Apa saja yang dilakukannya sangat hebat dan mungkin dia penjilat peler laki-laki yang terbaik di dunia.

Aku tidak tahu berapa tahun dia latihan dan berapa batang peler yang telah dia hisap. "Yin, aku nggak tahu gimana bilangnya, kamu bukan hebat lagi, kamu the best. " "Tomas, aku tahu kamu cuma basa basi saja. Tadi itu pertama kali aku nyoba ngisep penis orang loh. " "Yang bener saja, aku tidak percaya Yin. Masa aku cowok pertama yang kamu isep. " "Okay deh Tomas, aku ceritain deh. Aku dulunya ada banyak cowok, tapi semua tidak cocok. Tiap kali aku sama cowok-cowokku yang dulu dating, kami sampai petting. " "Terus? " "Yah, waktu sampai heavy petting, kusuruh cowokku 'ngisep aku' tapi tidak ada yang mau. Jadi satu persatu aku putusin. " "Nah apa hubungannya sama kamu 'ngisep aku' ? " "Aku sayang sama kamu Tomas, alasan kedua aku putusin cowok-cowokku yang dulu sebab aku tidak bisa ngelupain kamu. Aku masih inget waktu itu aku diganggu sama orang jahat di dekat Mal Galaxy, kamu ngebantu aku. Kalau nggak ada kamu aku nggak tahu bakalan gimana. Sejak waktu itu aku mulai suka sama kamu. " Hatiku mulai tersentuh dengan ucapannya itu.

Kupeluk dia dan kucium bibirnya. Ciumanku mulai menjalar ke pipinya, kupingnya, dagunya dan lehernya. Tak berapa lama, ciumanku sampai ke toket nya. Sambil kucium dan kujilat pentil toket nya yang mulai keras dan tegak, tanganku menelusuri perutnya, hutannya dan akhirnya jariku masuk ke dalam liang nonok nyaa.

Dia mulai mendesah kecil. Tangannya mengelus kepalaku dan rambutku. Ciumanku mulai menurun ke bawah sampai ke liang nonok nyaa. Klitorisnya yang telah berdiri tegak keliatan jelas. Kujilat sekali dan efeknya sangat dahsyat.

Jeritan-jeritan kenikmatan mulai keluar dari mulutnya. Sambil jariku keluar masuk lubangnya yang sempit itu, kujilati klitorisnya dengan penuh semangat. Bau odor seks yang keluar dari nonok nyaa terasa harum di hidungku, menambah semangatku.

Jilatanku keras dan cepat. Irama sodokan jariku kupercepat dan kuperlambat, membuat Viena menggeliat dan menjerit keenakan. "Tomas, penis mu Tomas, masukin donk. " "Yin, kamu udah pernah belum? " "Kok nanya sih? Pasti belum lah! " "Yin, pertama kali bakal sakit loh. " "Gini saja Yin, aku tiduran di ranjang and kamu mengangkang di atasku, terus kamu saja yang masukin agar kamu enak. Kalau gitu, semua kamu yang ngatur. Kalau sakit diem, kalau udah biasa masukin lagi. " "Suka-suka kamu deh. " Akhirnya dia pun mengangkang di atas batang peler ku dan berat badannya ditopang dengan lututnya.

Perlahan-lahan dia menurunkan badannya. Tangannya memegang batang peler ku dan diarahkannya ke dalam liang nonok nyaa. Liang nonok nyaa sempit sekali. Sedikit demi sedikit batang peler ku ditelan lubang nonok nyaa.

Kurasakan ada hambatan di depan batang peler ku, rupanya dia masih benar-benar perawan. "Yin, waktu hymen kamu pecah kamu pasti ngerasain sakit jadi kamu kerasin saja agar sekali langsung masuk. " Dia menurut anjuranku dan menggunakan seluruh berat badannya dan gravitasi, dia menurunkan badannya.

Pada saat yang sama, kuangkat lututku untuk menopang badannya. Jeritannya menggema di dalam kamar yang kecil itu dan seprei ranjang diremasnya kuat-kuat. Kami beristirahat sebentar, agar liang nonok nyaa bisa beradaptasi dengan adanya batang peler ku di dalam liang nonok nyaa.

Setelah kurang lebih 3 menit, kutidurkan dia di ranjang. Kedua kakinya di pundakku dan aku bertanya, "Yin, aku mulai ya? " "Iya Tomas, tapi jangan sakiti aku. " "Tenang kalau sakit bilang saja, aku pasti stop. " Pinggulku mulai kugerakan maju mundur dan jariku bermain dengan klitorisnya.

Irama sodokanku dimulai dengan irama yang pelan, dan irama itu terkadang kupercepat. Erangan kenikmatan menggema di dalam kamar. Viena telah klimaks dua kali selama irama ini kupermainkan. Akhirnya klimaksku pun telah mendekat.

Iramanya kupercepat dan Viena pun mengikuti iramaku dan menarik tanganku agar batang peler ku bisa masuk sedalam mungkin. Pas sebelum aku klimaks, kurasakan dinding lubang nonok Viena mengeras dan mencengkeram batang peler ku dengan kuatnya dan dia pun mendapatkan klimaksnya sekali lagi.

Tidak lebih dari dua detik, aku pun menyemprotkan air mani ku di dalam liang nonok nyaa. Badan kami penuh keringat dan aku pun berbaring di sebelah Viena. Kami kembali berpakaian dan bergegas menuju pesawat, sebab kami hanya ada sepuluh menit sebelum pesawatnya
Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler
Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler, cerita seks , Cerita seks dewasa, Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler, kisah ngentot cewek jago jilat peler, kenalan sama cewek, sepongan cewek haus sex, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Kenalan Sama Cewek Yang Jago Jilat Peler

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com