Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy

Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy | seorang pria yang melepas keperjakaannya dengan berhubungan sex atau ngentot seorang janda binal yang tak lain adalah tetangga rumahnya sendiri. Pembaca, aku ingin berbagi pengalaman pertamaku bercinta dengan perempuan. Di sebelah rumahku tinggal sebuah keluarga dengan anak lelaki bungsunya teman bermainku.

Dia mempunyai 3 orang kakak perempuan. Yang akan aku ceritakan di sini adalah kakaknya yang bernama Lidya. Seorang janda beranak satu. Usianya saat itu kira-kira 36 tahunan. Sebagai tetangga sebelah rumah, aku cukup akrab dengan semua anggota keluarga, sehingga aku bisa keluar masuk rumahnya dengan leluasa.

Oh iya, sebelum aku lupa, tante Lidya ini orangnya hitam manis dengan buah dada cukup besar. Entahlah, aku sendiri saat itu tidak tau persis, karena masih "ingusan". Yang aku tau, ukurannya cukup membuat anak seusiaku menelan ludah, kalau ngeliat nya.

Tante Lidya ini suka sekali, terutama kalau hari sedang panas, cuma pakai bra saja dan rok bawah. Mungkin untuk mendapatkan kesegaran. Nah aku seringkali ngeliat si tante dalam "mode" seperti ini.

Usiaku saat itu sudah memungkinkan untuk bergairah ngeliat tonjolan buah dada nya yang hanya ditutupi bra. Tapi yang paling membuatku menahan nafas adalah bentuk dan goyangan pantatnya. Pinggul dan pantatnya bulat dan bentuknya "nonggeng" di belakang.

Kalau berjalan, pantatnya bergoyang sedemikian rupa membuat gairah remajaku yang baru tumbuh selalu tergoda. Pembaca, tante Lidya ini sudah tiga kali menjanda, dan semua warga kampung kami sudah tahu bahwa tante Lidya ini memang "nakal" sehingga tidak ada pria yang betah berlama-lama menjadi suaminya.

Tante Lidya ini suka sekali menggodaku dengan mengatakan bahwa dia pengen sekali merasakan keperjakaanku (saat itu aku memang masih perjaka, belum pernah sekalipun merasakan perempuan, pacaranpun baru sebatas mencium dan memeluk saja).

Pada suatu sore aku ke rumahnya. Tadinya aku ingin mengajak Boby, adiknya yang temanku untuk main. Aku masuk lewat pintu belakang karena memang sudah akrab sekali. Tapi di belakang rumahnya itu, ada tante Lidya yang sedang duduk di kursi.

Aku bertanya ke si tante, "tante, Boby ada? ". "nggak, dia ikut ayah dan ibu" jawab si tante. "Wah, jadi tante sendirian dong di rumah? " tanyaku basa basi.

"Iya, asyik kan? Kita bisa pacaran. " sahut si tante. Aku cuma tertawa, karena memang sudah biasa dia ngomong begitu. "Duduk dulu dong Jack, ngobrol ama tante ngapa sih. " katanya.

Akupun duduk di kursi sebelah kirinya, si tante sedang minum wine. Aku tahu dia memang suka minum wine. "kalo Steve ada tante? " tanyaku menanyakan anaknya. "Dia jg pergi. " sahutnya pendek.

"Mau minum nggak Jack? " dia nawarin anggurnya. Entah kenapa, aku tidak menolak. Bukannya sok alim membaca, aku juga suka minum, cuma karena orang tuaku termasuk berada, biasanya aku hanya minum minuman dari luar negeri.

Tapi saat itu aku minum juga anggur yang ditawarkan tante Lidya. Jadilah kami minum sambil ngobrol ngalor ngidul. Tak terasa sudah satu botol kami habiskan berdua. Dan aku mulai terpengaruh alkohol dalam anggur itu, namun aku pura-pura masih kuat, karena kulihat tante Lidya belum terpengaruh.

Gengsi. Aku mulai memperhatikan tante Lidya lebih teliti (terutama setelah dipengaruhi alkohol murahan itu). Pandanganku tertuju ke payudara nya yang hanya ditutupi bra hitam yang agak kekecilan. Sehingga payudara nya seperti mau meloncat keluar.

Wajahnya cukup manis, agak ke arab-araban, kulitnya hitam tapi mulus. Baru sekarang aku menyadari bahwa ternyata tante Lidya manis juga. Rupanya pengaruh alkohol sudah mendominasi pikiranku. Merasa diperhatikan si tante membusungkan dadanya, membuat peler remajaku mulai mengeras.

Dan dengan sengaja dia membuat gerakan menggaruk payudara kirinya sambil memperhatikan reaksiku. Tentu saja aku belingsatan dibuatnya. Sambil menggaruk payudara nya perlahan si tante bertanya. "Jack kok bengong gitu sih? " Bukannya kaget, aku yang sudah setengah mabok itu malah menjawab terus terang, "Abis tetek tante gede banget, bikin saya napsu aja. " Eh, dia malah merogoh payudara kirinya, terus dikeluarkan dari branya.

"Kalo napsu, pegang aja Jack. Nih, " katanya sambil mengasongkan payudara nya ke depan. "Diemut juga boleh Jack. " tambahnya. Aku yang sudah mabok alkohol, semakin pusing karena ditambah mabok kepayang akibat tantangan tante Lidya.

"Boleh tante? " tanyaku lugu. "Dari dulu kan tante udah pengen buka "segel" Jack. Jack nya aja yang jual mahal. " katanya sambil memegang kepalaku dengan tangan kirinya dan menekan kepalaku ke arah payudara nya. Aku pasrah, perlahan mukaku mendekat ke arah payudara kirinya yang sudah dikeluarkan dari bra itu. Dan hidungku menyentuh pentilnya yang cokelat kehitaman. Segera aroma yang aneh tapi membuat kepalaku seperti hilang menyergap hidungku. Dan keluguanku membuat aku hanya puas mencium dengan hidungku, menghirup aroma payudara tante Lidya saja. "Jack" tegur tante Lidya.

"Apa tante? " tanyaku sambil menengadah. "Jangan cuma diendus gitu ngapa. Keluarin lidah Jack, jilatin pentil tante, terus diemut juga. Ayo coba" tante Lidya mengajariku sambil kembali tangannya menekan kepalaku.

Aku menurut, kukeluarkan lidahku, dan kujilati sekitar pentilnya yang kurasakan semakin keras di lidahku. Dan sesekali kuemut pentilnya seperti bayi yang menyusu pada ibunya. Ku dengar tante Lidya mengerang, tangannya meremas rambutku dan berkata.

"Naah, gitu Jack. Terusin Jack. Gigit pentil tante Jack, tapi jangan kenceng gigitnya, pelan aja. " pinta si tante. Akupun menuruti permintaannya. Kugigit pentilnya pelan, erangan dan desahannya semakin keras.

Dengan lembut si tante menarik kepalaku dari payudara nya, wajahku ditengadahkan, lalu dia mencium bibirku dengan penuh gairah. Bibirku diemut dan lidahnya bermain dengan lincahnya di dalam mulutku. Aku terpesona dengan permainan lidahnya yang baru sekali ini kurasakan.

Getaran yang diberikan tante Lidya melalui lidahnya menjalar dari sekujur bibirku sampai ke seluruh tubuhku dan akhirnya masuk ke jantungku. Aku terbawa ke awang-awang. TIdak hanya itu, tante Lidya menjilati sekujur wajahku, dari mulai daguku, ke hidungku, mataku semua dijilat tak terlewat satu sentipun.

Terakhir lidah tante Lidya menyapu telingaku, bergetar rasanya seluruh tubuhku merasakan sensasi yang tante Lidya berikan ini. Sambil menjilati telingaku, tangannya menarik tanganku dan dibawanya ke payudara nya, sambil membisikkan, "Remes-remes tetek tante dong Jack. " Aku menurutinya, dan kudengar desahan si tante yang membuatku semakin bergairah, sehingga remasanku pada teteknya juga semakin intens.

"Aauugghh. Sshh. Naahh gitu Jack. " Lalu diapun kembali menjilati daerah telingaku. Aku semakin terbuai dengan permainan tante Lidya yang ternyata sangat mengasyikkan untukku ini. Lalu tante Lidya kembali menciumi bibirku, dan kami saling berpagutan.

Cerita Sex Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy

Aku jadi mengikuti permainan lidah tante Lidya, lidah kami saling membelit, menjilat mulut masing-masing. Kembali kurasakan tekanan tangan tante Lidya yang membimbing kepalaku ke leher dan telinganya. Akupun melakukan seperti yang dilakukan tante Lidya tadi.

Kujilati telinganya, dan dia mendesah kenikmatan. Lagi, dia menekan kepalaku untuk mencapai teteknya yang semakin mencuat pentilnya. Aku mencoba mengambil inisiatif untuk memegang nonok nya. Tangan kiriku bergerak turun untuk menyentuh bagian paling intim tante Lidya.

Tapi tante Lidya menahan tanganku. "Nanti dong Jack, sabar ya sayaanng. " Aku sudah gemetar menahan gairah yang kurasakan mendesak di sekujur tubuhku. "Tante, Jack pengen Tante. " pintaku.

"Pengen apa Jack, " tanya tante Lidya menggodaku. "Pengen liat itu. " kataku sambil menunjuk ke selangkangan tante Lidya yang masih tertutup rok merah dari bahan yang tipis. "Pengen liat nonok tante? " tante Lidya menegaskan apa yang kuminta.

"Iya tante. " jawabku. "Itu sih gampang, tinggal tante singkapin rok tante, udah tampak tuh. " kata tante Lidya sambil menyingkapkan roknya ke atas, sehingga tampak celana dalamnya yang berwarna biru tua.

Dan kulihat segunduk daging di balik cd biru tua itu. Aku menelan ludah dan terpaksa menahan untuk tidak limbung. Sungguh luar biasa bentuk gundukan di balik cd itu. Aku memang baru pertama kali ngeliat gundukan nonok , tapi aku yakin kalo gundukan nonok tante Lidya sangat montok alias tembem sekali.

Dan tante Lidya memang sengaja ingin menggodaku, dia menahan singkapan roknya itu beberapa lama, dan saat aku ingin menyentuhnya, dia kembali menutupnya sambil tertawa menggoda. "Jangan disini dong Jack. Ntar kita digerebek lagi kalo ada yang tau. " kata tante Lidya sambil berdiri dan menuntun tanganku ke dalam rumahnya.

Bagai kerbau dicocok hidungnya akupun menurut saja. Aku sudah pasrah, aku ingin sekali merasakan nikmatnya tante Lidya. Dan yang pasti aku sudah telanjur hanyut oleh permainannya yang pandai sekali membawaku ke dalam jebakan kenikmatan permainan sorgawinya.

Tante Lidya menuntunku ke kamarnya. Tempat tidurnya hanya berupa kasur yang diletakkan di atas karpet vinyl, tanpa tempat tidur. Lalu tante Lidya mengajakku duduk di kasur. Kami masih berpegangan tangan.

Tante Lidya melumat bibirku, dan kami berpagutan kembali. Lalu tante Lidya menghentikan ciuman kami. Dia menatapku dengan tajam, lalu bertanya. "Jack, kamu bener-bener pengen melihat nonok tante? " Aku mengangguk, karena pertanyaan ini membuatku tidak bisa menjawab.

Semakin mabok rasanya. tante Lidya kemudian melepaskan rok dan bra yang dipakainya dan sekarang tinggal CDnya saja yang masih tersisa. Kembali aku menelan ludah. Dan pandanganku terpaku pada gundukan di balik celana dalam tante Lidya.

Betapa montoknya gundukan nonok tante Lidya. Lalu tante Lidya berbaring telentang, kemudian dengan gerakan perlahan, tante Lidya mulai menurunkan cd sehingga terlepaslah sudah. Aku yang masih duduk agak jauh dari posisi nonok tante Lidya cuma bisa menahan gairah yang menggelegak di dalam jantung dan hatiku.

Benar saja, nonok tante Lidya sangat tebal, dagingnya tampak begitu menggairahkan. Dengan bulu yang lebat, semakin membuatku tidak karuan rasanya. "Katanya pengen melihat , sini dong liatnya dari deket Jack, " kata tante Lidya.

"I iya tante, " sahutku terbata sambil mendekatkan wajahku ke selangkangan tante Lidya. Dia melebarkan kedua pahanya sehingga membuka jalan bagiku untuk lebih mendekat ke nonok nya. "Niih, puas-puasin deh liatin nonok tante, Jack. " kata tante Lidya.

Setelah dekat, apa yang kulihat sungguh membuatku tidak kuat untuk tidak gemetar. Belahan daging yang kulihat ini sangat indah, berwarna merah, bulunya lebat sekali menambah keindahan. Di bagian atas, mencuat daging kecil yang seperti menantangku untuk menjamahnya.

Aromanya, sebuah aroma yang aneh, namun membuatku semakin horny. "Udah? Cuma diliatin aja? Nggak mau nyium itil tante? " pancing tante Lidya sambil dua jari tangan kanannya menggosok-gosok daging kecil yang mencuat di bagian atas nonok nya.


Cerita seks Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy
  • "Mm. Mmau tante. Mau banget. " kataku antusias. Lalu tangan tante Lidya menekan kepalaku sehingga semakin dekat ke nonok nya. "Ya udah cium dong kalo gitu, itil tante udah nggak tahan pengen Jack ciumin, jilatin, gigitin. " Dan bibirkupun menyentuh itilnya, kukecup itilnya dengan nafsu yang hampir membuatku pingsan.
  • Aroma kewanitaan tante Lidya semakin keras menerpa hidungku. tante Lidya mendesah saat bibirku menyentuh itilnya. Lalu kejilati itilnya dengan semangat, tidak hanya itilnya, tapi juga bibir nonok tante Lidya yang tebal itu aku jilati.
  • Jilatanku membuat tante Lidya mengejang seraya mendesah dan mengerang hebat. "Sshh. Aarrgghh. Gitu Jack. Oogghh. " Suara rintihan dan desahan tante Lidya membuatku semakin bergairah menjilati seluruh bagian nonok tante Lidya.
  • Bahkan sekarang kumasukkan lidahku ke dalam jepitan bibir nonok tante Lidya. Tangan tante Lidya menekan kepalaku, sehingga wajahku semakin terbenam dalam selangkangan tante Lidya. Agak susah juga aku bernafas, tapi aku senang sekali.
  • Kumasukkan lidahku ke dalam lubang nikmat tante Lidya, lalu ku jelajahi lorong nonok nya sejauh lidahku mampu menjangkaunya. Tiba-tiba, kurasakan lidahku seperti ada mengemut. Luar biasa, rupanya nonok tante Lidya membalas permainan lidahku dengan denyutan yang kurasakan seperti mengemut lidahku.
  • Tubuh tante Lidya menggelinjang keras, pinggulnya berputar sehingga kepalaku ikut berputar. Tapi itu tidak menghentikan permainan lidahku di dalam jepitan daging nonok tante Lidya. Desahan tante Lidya semakin keras begitu juga dengan gerakan pinggulnya, aku semakin bersemangat menjilati, dan sesekali aku menjepit itilnya dengan kedua bibirku, dan rupanya ini sangat membuat tante Lidya terangsang, terbukti setiap kali aku menjepit itilnya dengan bibir, tante Lidya mengejang dan mendesah lebih keras.
  • "Sshh, aarrghhgghh, Jack, itu enak banget Jack. " Tapi, putaran pinggul tante Lidya terhenti, sebagai gantinya, sesekali dia menghentakkan pantatnya ke atas. Hentakan-hentakan ini membuat wajahku seperti mengangguk-angguk. Erangannya semakin keras, dan tiba-tiba dia menjerit kecil, tubuhnya mengejang, pantatnya diangkat keatas, sedangkan tangannya menekan kepalaku dengan kencang ke nonok nya.
  • Dan kurasakan di dalam nonok tante Lidya ada cairan yang membanjir dan ada rasa gurih yang nikmat sekali pada lidahku. Desahan tante Lidya seperti sedang menahan sakit. Tapi belakangan baru aku tahu bahwa ternyata tante Lidya sedang mengalami orgasme.
Dan pantat tante Lidya berputar pelan sambil terkadang terhentak keatas, dan tubuhnya mengejang. Sementara itu, cairan yang membanjir keluar itu ada yang tertelan sedikit olehku, tapi setelah aku tahu bahwa rasanya enak, akupun menjilati sisa cairan yang masih mengalir keluar dari nonok tante Lidya.

Tante Lidya kembali menggeliat dan mengerang seperti orang sedang menahan sakit. Kepalaku masih terjepit dipahanya, dan mulutkupun masih terbenam di nonok nya. Tapi aku tak peduli, aku menikmati sekali posisi ini.

Dan tak ingin cepat-cepat melepaskannya. Tak lama kemudian, tante Lidya merenggangkan pahanya sehingga kepalaku bisa bebas lagi. Kemudian tante Lidya menarik tanganku. Aku mengikuti tarikannya, badanku sekarang menindih tubuhnya, kambali bibir kami berpagutan.

Lidah saling belit dalam gelora nafsu kami. Lalu tante Lidya melepaskan ciumannya dan berkata, "Jack, terima kasih ya. Enak banget deh. tante puas. Ayo sekarang giliran tante. " tante Lidya bangun dari tidurnya dan akupun duduk.

Dia mulai membuka pakaianku dimulai dari kemejaku. Setiap kali satu kancing baju terlepas, tante Lidya mengecup bagian tubuhku yang terbuka. Dan saat semua kancing sudah terlepas, tante Lidya mulai menjilati dadaku, pentilku disedotnya.

Aku merasakan sesuatu yang aneh namun membuatku semakin bernafsu. Sambil menjilati bagian atas tubuhku, tangan tante Lidya bekerj membuka celana panjangku dan melemparkannya ke lantai. Sekarang aku hanya tinggal mengenak cd saja.

Tante Lidya menyuruhku berbaring telentang. Aku menurut. Lalu cd ku diperosotkannya melalui kakiku, aku membantu dengan menaikkan kakiku sehingga tante Lidya lebih mudah melepaskan CDku. Dunia seperti terbalik rasanya saat tangan tante Lidya mulai menggenggam tititku dan mengelus serta mengocoknya perlahan.

"Lumayan juga titit kamu Jack. Gede juga, keras lagi. " celetuk tante Lidya. Tak membuang waktu, tante Lidya segera menurunkan wajahnya sehingga mulutnya menyentuh kepala tititku. Dikecupnya kepala tititku dengan lembut, kemudian dikeluarkannya lidahnya, mulai menjilati kepala, lalu batang dan turun ke.

Bijiku. Semua dilakukannya sambil mengocok tititku dengan gerakan halus. Lidahnya bergerak turun naik dengan lincahnya membuatku semakin tidak terkendali. Aku mendesah dan mengerang merasakan kenikmatan dan sensasi yang tante Lidya berikan.

Sungguh luar biasa permainan lidah tante Lidya. Setelah beberapa lama, tante Lidya menghentikan lidahnya. Rupanya dia sudah merasa bahwa tingkat ereksiku sudah cukup untuk memulai permainan. "Udah Jack, sekarang Jack masukkin peler Jack ke nonok tante. Adduhh, tante udah nggak sabar pengen disiram sama perjaka. Biar tante awet muda Jack. " kata tante Lidya.

Cerita seks, Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy, kisah dewasa keperjakaanku direnggut, cerita sex ngentot tante, Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy

Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy


Aku tak mengerti maksud tante Lidya, tapi yang jelas, sekarang tante Lidya kembali tiduran dan menyuruhku mulai mengambil posisi di atasnya. tante Lidya melebarkan kedua kakinya sehingga aku bisa masuk di antara kakinya itu.

Kemudian tante Lidya memegang tititku dan mengarahkannya ke nonok nya yang sudah menanti untuk kumasuki. tante Lidya meletakkan tititku di depan nonok nya, kemudian berkata, "Nah, sekarang teken Jack. " Aku tidak menunggu lebih lama lagi.

Segera kutekan tititku memasuki kegelapan nonok tante Lidya. Kurasakan tititku seperti dijepit daging yang sangat keras namun lembut dan kenyal, agak licin tapi sekaligus juga agak seret. "Aagghh. Pelan dulu Jack, " pinta tante Lidya.

Saat kepala tititku sudah masuk, tante Lidya menggoyangkan pinggulnya sedikit, membuatku semakin mudah untuk memasukkan seluruh tititku. Dan akhirnya terbenamlah sudah tititku di dalam nonok nya. Jepitannya kuat sekali, namun ada kelicinan yang membuatku merasa seperti di dalam sorga.

Kemudian tante Lidya terdiam. DIa berkonsentrasi agaknya, karena tahu-tahu kurasakan tititku seperti disedot oleh nonok tante Lidya. Ya ampuun, rasanya mau meledak tubuhku merasakan denyutan di nonok tante Lidya ini.

Tititku seperti dijepit dan tidak bisa kugerakkan. Seperti ada cincin yang mengikat tititku di dalam nonok tante Lidya. Aku agak bingung, karena aku tidak bisa bergerak sama sekali. "tante, apa nih? " aku bertanya.

"Enak nggak Jack? " tanya tante Lidya. "Iya tante, enak banget. Apaan tuh tadi tante? " aku kembali bertanya. tante Lidya tidak menjawab, hanya tersenyum penuh kebanggaan. Kemudian tante Lidya melepaskan jepitan nonok nya pada tititku.

"Sekarang kamu gerakin keluar masuk titit kamu ya Jack. " perintah tante Lidya. Dan akupun mulai permainan sesungguhnya, kugerakkan tititku keluar masuk di lorong kenikmatan tante Lidya. Setiap gerakan yang kubuat menimbulkan sensasi yang luar biasa, baik untukku maupun untuk tante Lidya.

Mula-mula pelan saja gerakanku, tapi lama-lama, mungkin karena nafsu yang semakin besar, gerakanku semakin cepat. Dan tante Lidya mengimbangi gerakanku dengan putaran pinggulnya yang mengombang-ambingkan tubuhku. Putaran pinggul tante Lidya membuat seperti ada yang mau meledak dalam diriku.

"Hhgghh. Oogghh. Sshh, Jack. Kamu jago banget Jack. " desah tante Lidya. Aku tidak tahu apa maksudnya, namun pujiannya membuatku semakin memacu "motor" ku menerobos kegelapan di lorong tante Lidya.

Lalu tante menghentikan putaran pinggulnya dan melingkarkan kakinya ke kakiku sehingga kembali aku tidak bisa bergerak leluasa. "Jack, sekarang kamu diem aja, kamu rasain aja mpot ayam tante. " perintahnya.

Lagi, aku tak tahu apa maksudnya, namun tante Lidya mencium bibirku dan lidahnya mengajakku berpagutan kembali. "tante udah mau keluar lagi nih Jack, kita barengin ya sayang, tante tanggung pasti enak deh. " kata tante Lidya.

Tubuh tante Lidya diam, namun kurasakan tititku seperti dijepit dan dipijit dengan lembut, benar-benar luar biasa nonok tante Lidya. Kembali desakan lahar dalam diriku menuntut dikeluarkan. Dan denyutan nonok tante Lidya terus saja mengemuti tititku membuatku merem melek.

Dan akhirnya aku benar-benar tidak kuat menahan lahar yang mendesak itu. "Tante. Adduuhh. Sayaa. " aku tidak dapat meneruskan kata-kataku, tapi tante Lidya rupanya mengerti bahwa aku sudah hampir mencapai klimaksku.

"Tahan Jack, tante juga mau nyampe nih, Barengin ya Jack. " kata tante Lidya. Aku tak peduli, karena aku tidak bisa menahannya, dengan erangan panjang, aku merasakan tititku mengeras dan tubuhku mengejang.

Kuhunjamkan tititku dalam-dalam ke nonok tante Lidya, dan menyemburlah lahar yang sudah mendesak dari tadi ke dalam nonok tante Lidya. "Tante. Aagghh. " Croott. Crroott. tante Lydia pun menjerit kecil dan tubuhnya menegang, tangannya memeluk dengan kuat.

Di dalam kegelapan nonok tante Lidya, semprotan peju ku bercampur dengan banjirnya peju tante Lidya. Aku tak bisa mengungkapkan bagaimana enaknya sensasi yang kurasakan. Pinggul tante Lidya bergetar, dan menghentak dengan kerasnya.

Nonok nya berdenyut-denyut, enak sekali. Banyak selaki lahar yang kumuntahkan di nonok tante Lidya, ditambah lahar tante Lidya, rupanya tidak mampu ditampung semuanya, sehingga sebagian meleleh keluar dari nonok tante Lidya dan turun ke belahan pantatnya.

Lama kami berdiam dalam posisi masih berpelukan, tititku masih terbenam di nonok tante Lidya. Tubuh kami bersimbah peluh, nafas kami masih memburu. Kemudian, tante Lidya tersenyum, lalu menciumku. "Kamu hebat banget Jack. Baru pertama aja udah bisa bikin tante puas. Gimana nanti kalo udah jago. " kata tante Lidya.

"tante, Ma kasih ya tante. Enak banget deh tadi tante. " kataku. "Sama-sama Jack, tante juga terima kasih udah dikasih perjaka kamu. Besok mau lagi nggak? " tantang tante Lidya.

"Mau dong tante, siapa yang nggak mau nonok enak kayak gini. " jawabku sambil mengecup bibirnya. Dan kamipun kembali berpagutan. Itulah pengalaman pertamaku Diperkosa Janda Binal. Sejak saat itu, mulailah petualanganku dengan perempuan-perempuan yang lain.

Tante Lidya telah memberi pelajaran yang sangat nikmat. Terima Kasih tante Lidya ku Sayang.
Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy
Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy, cerita seks , Cerita seks, Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy, kisah dewasa keperjakaanku direnggut, cerita sex ngentot tante, Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Keperjakaanku Direnggut Tante Binal Sexy

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com