Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol

Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol | Memasuki pertengahan semester aku mulai kenal dan akrab dengan seorang cewek, sebut saja namanya Diana. Aku tertarik padanya karena dia orangnya juga menyukai kegiatan alam bebas, berburu misalnya. Awalnya sih aku agak heran juga kenapa cewek cantik seperti dia suka "mengokang" senapan yang notabene berat dan kemudian menguliti binatang hasil buruannya dengan beringas.

Hemm. kegaranganya bak macan betina inilah yang aku sukai, aku suka ngeliat toket nya yang menantang dibalut baju pemburu yang ketat dan kebiasaannya menggigit bibir bawahnya ketika mengokang senapan.

Bibir merah yang seksi itu sering mengundang gairahku. Karena ada kecocokan, kami akhirnya jadian juga dan resmi pacaran tepatnya pada waktu akhir semester pertama. Kami berdua termasuk pasangan yang serasi, apa mau dikata lagi tubuhku yang tinggi tegap dapat mengimbangi parasnya yang langsing dan padat.

Pacaran kami pada awalnya normal-normal saja, yahh. sebatas ciuman saja biasa kan? Dan aku ngeliat bahwa Diana itu orangnya blak-blakan kok. Semuanya berubah setelah pengalamanku di sebuah panti pijat.

Dihari Minggu, aku dan ayahku berburu di sebuah gunung tentu saja setelah berburu seharian badan terasa capai dan lemah. Malamnya aku memutuskan untuk mencari sebuah panti pijat di Bandung, dengan mengendarai Land Rover-ku aku mulai menyusuri kota.

Dan akhirnya tempat itu kutemukan juga, aku masuk dan langsung menemui seorang gadis di meja depan dan aku dipersilakan duduk dulu. Tak lama kemudian muncullah seorang gadis yang berpakaian layaknya baby sitter dengan warna putih ketat dan rok setinggi lutut.

Wuahh. cantik juga dia, dan pasti juga merangsang libidoku. Dengan ramah dia mempersilakan aku masuk ke ruang pijat, ruangan selebar 4×4 dengan satu ranjang dan sebuah kipas angin menggantung di atasnya.

"Bajunya dibuka dulu ya Bang. " katanya dengan tersenyum manis, "ok lahh. " sambutku dengan semangat. "Tapi kipasnya jangan dinyalain yah, dingin nih. " dia pun mengangguk tanda paham akan keinginanku.

Kubuka sweaterku dan aku pun berbaring, aku memang sengaja tidak memakai t-shirt malam itu. "Celananya sekalian dong Bang, " katanya. "Emm. Lo yang bukain deh, males nih. " dia pun tersenyum dan agaknya memahami juga hasratku.

"Ahh. kamu manja deh, " katanya, dengan cekatan tangannya yang mulus dan lentik itu pun mencopot sabuk di pinggangku kemudian melucuti celanaku. Wah dia kelihatannya agak nafsu juga ngeliat tubuhku ketika hanya ber-cd, keliatan "adik" -ku manis tersembul dengan gagahnya di dalam sarangnya.

"Eh. ini dicopot sekalian ya? biar enak nanti mijitnya! " "Wahh. itu nanti aja deh, nanti malah berdiri lagi, " kataku setengah bercanda. Lagi-lagi dia menyunggingkan senyum manisnya yang menawan.

Kemudian aku tengkurap, dia mulai memijitku dari punggung atas ke bawah. "Wah. pijitanmu enak ya? " pujiku. "Nanti kamu akan merasakan yang lebih enak lagi, " jawabnya. "Oooh jadi servis plus nih? " tanyaku.

"Mmm. buatmu aku senang melakukannya, " pijatannya semakin ke bawah dan sekarang tangannya sedang menari di pinggangku, wah geli juga nih, dan kontol ku pun mulai "bereaksi kimia". "Eh. balikkan badan dong! " pintanya.

"Ok. ok. " Aku langsung saja berbaring. Tentu saja batanganku yang ereksi berat keliatan semakin menggunung. "Wahh. belum-belum saja sudah ngaceng yaa. " godanya sambil tangannya memegang kontol ku dengan jarinya seakan mengukur besarnya.

"Habisnya kamu merangsang sihh. " kataku. "Nah kalo begitu sekarang waktunya dicopot yah? biar enak itu punyamu, kan sakit kalau begitu, " pintanya. "ok, copot aja sendiri, " aku memang udah nggak tahan lagi, abis udah ereksi penuh sih.

Dengan bersemangat gadis itu memelorotkan cd-ku, tentu saja kontol ku yang sudah berdiri tegak dan keras mengacung tepat di mukanya. "Ck. ck. ckk. besar amat punyamu, berapa kali ini kamu latih tiap hari, " katanya sembari tertawa.

"Ah. emangnya aku suka coli apa. " jawabku. dia menyentuh kepala kontol ku dengan penuh nafsu, dan mengelusnya. Tentu saja aku kaget dan keenakan, habis baru pertama kali sih.

"Ahh. mau kau apakan adikku? " tanyaku. "Tenanglah belum waktunya, " dia mengelusnya dengan lembut dan merabai juga biji kontol ku. "Wah. hh. jangan berhenti dulu, aku mau keluar nih, " sergahku.

"Haha. baru digitukan aja udah mau keluar, payah kamu, " ledeknya. "Entar lagi lah, pijitin dulu badanku, " kataku. "ok lah. " dia mulai mengambil minyak pijat dan memijat tangan dan dadaku.

Wahh dia naik dan duduk di perutku. Sialan! belahan dadanya yang putih mulus pun kelihatan, aku pun terbelalak memandangnya. "Sialan! montok bener tetekmu, " dan tanganku pun mulai gerilya meraba dan memeganginya, dia pun mengerjap, pijatannya pun otomatis terhenti.

Setelah agak lama aku merabai gunungnya dia pun turun dari perutku, dia perlahan membuka kancing bajunya sampai turun ke bawah, sambil menatapku dengan penuh nafsu. dia sengaja mempermainkan perasaanku dengan agak perlahan membuka bajunya.

"Cepatlahh. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama. " aku sambil mengocok sendiri kontol ku, habis nggak tahan sih. "Eits. jangan! " dia memegang tanganku. "Ini bagianku, " katanya sambil menuding adikku yang seakan mau meledak.

Tak lama dia kemudian mengambil minyak pijat dan mengoleskan ke kontol ku. "Ehmm. ahh. " aku pun menggelinjang, namun dia tak peduli, malah tangannya semakin cekatan memainkan kontol ku.

"Augghh. aku nggak tahan nihh. " Kemudian dia mulai menghisapnya seraya tangannya mengelus biji kontol ku. "Aduhh. arghh. aku mau keluar nihh! " Kemudian kontol ku berdenyut dengan keras dan akhirnya "Croott. " maniku memancar dengan derasnya, dia terus mengocoknya seakan maniku seakan dihabiskan oleh kocokannya.

"Aahh. " aku melenguh panjang, badanku semua mengejang. dia kelihatanya suka cairanku, dia menjilatinya sampai bersih, aku pun lemas. "Gimana. enak kan? tapi kamu payah deh baru digituin dikit aja udah ko, " godanya.

"Habbiss kamu gitukan sih, siapa tahann. " dia memakluminya dan agaknya tahu kalau aku baru pertama kalinya. "Tuh kan lemes, punyamu mengkerut lagi, " sambil dia memainkan kontol ku yang sudah nggak berdaya lagi.

"Entar ya, nanti kukerasin lagi, " katanya. "Huff. ok lah, " kataku pasrah. Dengan masih menggunakan bra dan cd dia mulai memijatku lagi. Kali ini dia memijat pahaku dan terkadang dia menjilati kontol ku yang sudah lemas.

"Ihh. lucu ya kalau sudah lemes, kecil! " dia mengejekku. Aku yang merasa di- " ko" -nya diam saja. Sembari dia memijat pahaku, dadanya yang montok kadang juga menggesek kakiku, wahh kenyal sekali! "Kenapa liat-liat, napsu ya ama punyaku? " katanya.

"Wahh, bisa-bisa adikku terusik lagi nih, " jawabku. Aku sambil mengelus dan mengocok sendiri kontol ku sembari ngeliat geliat gadis itu memijatku. "Wah dasar tukang coli kamu. " serangnya.

"Biar aja, akan kubuktikan kalo aku mampu bangkit lagi dan meng-ko kamu, " kataku dengan semangat. Benar juga kontol ku yang tadinya tidur dan lemas lambat laun mulai naik dan mengeras.

"Tuh. berdiri lagi, " katanya girang. "Pasti! " kataku. Aku tidak melewatkan kesempatan itu, segera kuraih tangannya dan aku segera menindihnya. "Uhh. pelan dikit doong! " katanya. "Biar aja, habis kamu napsuin sih. " kataku.

Dengan cepat aku melucuti bh dan cd-nya. Sekarang kelihatan semua gunung kembarnya yang padat berisi dengan puting merahnya serta lubang nonok nya yang bagus dan merah. Langsung saja kujilati puncak gunungnya dengan penuh nafsu, "Emm. nikmat, ayo terusin. " desahnya membuatku berdebar.

Kulihat tangannya mulai merabai nonok nya sendiri sehingga kelihatan basah sekarang. Tandanya dia mulai bernafsu berat, aku pun mengambil alih tangannya dan segera menjulurkan lidahku dan kumainkan di lubang nonok nya yang lezat.

Dia semakin menjadi, desahannya semakin keras dan geliat tubuhnya bagaikan cacing, "Ahh. uhh ayo lah puaskan aku. " dia pun mulai menggapai batang kontol ku yang sudah keras, "Ayolah masukkan! " tanpa basa-basi aku pun menancapkan barangku ke lubang nonok nya.

Cerita Sex Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol

"Slep. slepp! " "Arghh. ihh. sshh, " dia agak kaget rupanya menerima hujaman pusakaku yang besar itu. "Uahh. ennakk. " katanya. Mulutnya megap-megap kelihatan seperti ikan yang kekurangan air, aku pun semakin semangat memompanya.

Tapi apa yang terjadi karena terlalu bernafsunya aku tidak bisa mengontrol maniku. "Heggh. hegghh. ahh, ehmm. aku mau keluar lagi nihh! " kataku. "Sshh. ahh ah. payah lo, gue tanggung ni. entar donk! " "Aku sudah tidak tahan lagii. " Tak lama kemudian batang kontol ku berdenyut kencang.

"Aaaku keluarr. " erangku. "Ehh. cepat cabut! " sergapnya. Aku pun mencabut batang kontol ku dan dia pun segera menghisapnya. "Ahh. shh. ! " "Crot. crott. crott" memancar dengan derasnya maniku memenuhi mulutnya dan berceceran juga di gunung kembarnya yang masih tegang.

"Ugghh. " aku pun langsung tumbang lemas. "Aduh. gimana sih, aku nanggung nihh. loyo kamu. " Aku sudah tidak bisa berkata lagi, dengan agak sewot dia berdiri. "Ahh. kamu menghabiskan cairanku yaa. lemes nihh, " kataku.

"Udah lahh. aku pergi, " katanya sewot. "Ya udah sana. thanks ya Sayang. " dia pun berlalu sambil tersenyum. Pengalaman malam itu seakan telah merubah pandanganku tentang cewek. Aku berpikir semua cewek adalah penyuka seks dan doyan kontol lelaki.

Atas dasar itulah kejadian ini terjadi. Siang itu aku bertemu sama pacarku. "Ehh. abis ngapain kamu Tommy? kok kelihatanya lemes amat? sakit yah. " tanyanya. "Ah nggak kok, kemaren abis berburu sama ayahku, " jawabku singkat.

"Ohh. gitu ya, " dia kelihatannya mulai paham. Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Pokoknya kelihatan sekali deh kalau orang habis ml jor-joran, tapi kelihatannya "Yayang" -ku tidak curiga.

"Eh besok hari Rabu kan kita nggak kuliah, " katanya. "Iya memang enggak. " jawabku. "Kita berenang yuk? " ajaknya. "Emm. ok jadi! " jawabku mantap. Yayangku memang hobi berenang sih, jadi ya ok saja deh.

Karena hari itu sudah sore, waktu menunjukkan pukul 04:55, aku segera menggandeng tangan Diana, "Ayo lah kita pulang, yok kuantar. " dia pun menurut sambil memeluk tanganku di dadanya.

Malamnya aku tidak bisa tidur, gadis pemijat itu pun masih berputar di otakku dan tidak mau pergi. Bayangan-bayangan gerakan tangannya yang luwes serta hisapan kenikmatan yang kurasakan waktu itu tidak bisa dilupakan begitu saja dari benakku, "Sialan! bikin konak aja luh. " gerutuku.

Aku pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur, karena kontol ku tegang terus. Aku pun berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk tidur, tetapi hangat liang nonok nya mencengkeram kuat pusakaku masih saja menghantui pikiranku.

"Ahh. aku nggak tahan nih. " segera kucopot celana dan cd-ku, kuambil baby oil di meja, aku pun onani ria dengan nikmatnya, "ahh. " kugerakkan tanganku seolah menirukan gerakan tangan gadis itu sambil membayangkan adegan demi adegan kemarin malam itu.

"Huff. " nafasku semakin memburu, gerakan tanganku semakin cepat dibuatnya. Kurang lebih 5 menit kemudian "Crott! " tumpahlah cairan maniku membasahi perut dan sprei sekitarku. Aku pun langsung tidur, "Zzz. " Paginya pukul 07:00 kakak perempuanku masuk ke kamar untuk membangunkanku.

Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika ngeliat aku tanpa celana tidur terlentang dan ngeliat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering. "Tommy. apa-apaan kau ini ha! " hardiknya, aku terkejut dan langsung mengambil selimut untuk menutupi batangan kerasku yang menjulang.

"Eh. Kakak. emm. " kataku gugup. "Kamu ngapain ha. ? sudah besar nggak tau malu huh. ! " Au cuek saja, malah aku langsung melepas selimut dan meraih celanaku sehingga kontol ku yang tegang terlihat lagi oleh kakakku.

"Iiihh. nggak tau malu, barang gituan dipamerin, " dia bergidik. "Biar aja. yang penting nikmat, " jawabku enteng, kakak perempuanku yang satu ini memang blak-blakan juga sih. dia menatapnya dengan santai, kemudian matanya tertuju pada baby oil yang tergeletak di kasurku.

"Sialan. kamu memakai baby oil-ku yah? Dasarr! " dia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan. "Brak! " terdengar suara pintu dibanting olehnya, "Dasar perempuan! nggak boleh liat cowok seneng, " gerutuku.

Aku pun dengan santainya keluar kamar dan sarapan sebelum mandi, kulihat kakak perempuanku sedang lihat tv. "Eh. Kak minta sampoonya dan sabunnya dong! " pintaku. "Ogah ah. entar kamu buat macam-macam, pokoknya nggak mau, " jawabnya ketus.

"Huhh. wee! " aku mencibir. Aku langsung saja mandi dan sarapan. Sekitar pukul 08:00 kustater Land Rover kesayanganku dan langsung kupacu ke tempat Diana, mungkin dia sudah menungguku. Benar juga sampai di depan pagar rumahnya dia sudah menungguku di depan teras rumahnya.

"Haii. kok agak terlambat sih Say? " tanyanya. "Eh. sori nih trouble dengan kakak perempuan, " dalihku. "ok lah, mari kita berangkat! " Kami pun langsung tancap menuju tempat tujuan kami yaitu kolam renang di kawasan Cipanas.

Yah, maklum saja itu hari Rabu maka perjalanan kami lancar karena tidak terjebak macet. Kurang lebih 2 jam perjalanan santai kami sampai di tempat tersebut. "Eh. yang sini sajalah, tempatnya enak loh, " pintanya.

"Baiklah Sayaang. " kataku. Kami berdua langsung saja masuk. "Yang, aku ganti dulu yah. kamu ikut nggak? " ajaknya. "Yuk, sekalian saja aku juga mau ganti. " Di kolam renang itu paling hanya terdapat segelintir orang yang sedang berenang, karena tempat itu ramai biasanya pada hari Minggu.


Cerita seks Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol
  • "Emm. kita ganti baju bersama saja yah? biar asyikk. " katanya. Aku spontan menganggukkan kepalaku. Di dalam ruang ganti kami pun segera meletakkan tas kami dan segera melepas baju, Yayangku ganti baju terlebih dahulu.
  • Dia mencopot dulu kaosnya, Diana memang penyuka kaos ketat dan celana jins, ngeliat nya melepas kaosnya aku pun hanya terpaku tak berkedip. "Kenapa Sayang. ayolah lepas bajumu, " katanya sambil tersenyum.
  • "Habbis. aku suka memandangmu waktu begitu sih, " dan dia hanya tertawa kecil. Aku pun segera mencopot t-shirtku dan celana panjangku dan cuma cd yang kutinggalkan. Tanpa ragu-ragu aku pun memelorotkan cd-ku di depan pacarku karena ingin ganti dengan celana renang, "Wahh. Yayang ni. " katanya sedikit terkejut.
  • Rupanya dia agak kaget juga ngeliat batang kontol ku yang setengah ereksi. "Kok tegang sih Say? " selidiknya manja. "Habis kamu montok sih. " jawabku seraya memakai celana renang yang super ketat.
  • "Wahh. hemm, " goda pacarku ketika ngeliat kontol ku terlihat menyembul besar di balik celana renang itu, dia itu memang asyik orangnya. "Nahh. aku sudah beres, " kataku setelah memakai celana itu.
  • "Eh. bantu aku dong! " dia terlihat nya kesulitan melepas branya. "Sini aku lepasin. " kataku. Kemudian kulepaskan branya. Astaga, sepasang daging montok dan putih keliatan jelas, hemm spontan saja batang kontol ku tegang dibuatnya.
  • "Ah. sayang, dadamu indah sekali, " kataku sambil berbisik di belakang telinganya. Langsung saja dia kupeluk dari belakang dan kuciumi telinganya. "Eeh. kamu ingin ml di sini yah? " jawabnya sambil memegang tengkukku.
  • Aku tidak menjawab. Tanganku langsung bergerilya di kedua gunung kembarnya, kuremas-remas dengan mesra dan kupelintir lembut putingnya yang masih merah segar, "Ah. Sayang! " desahnya pendek, batang kontol ku yang sudah tegak kugesek-gesekkan di pantatnya, wahh.
  • Nikmat sekali, dia masih memakai celana sih. "Aduh. keras sekali, Yayang ngaceng yah. " godanya. "Dah tau nanya. hh, " kataku terengah. buah dada nya semakin keras saja, rupanya dia mulai terangsang dengan remasanku dan ciumanku di telinganya.
  • "Ehhmm. uhh, " lenguhnya sambil memejamkan mata. ngeliat gelagat tersebut aku menurunkan tanganku ke ritsleting celananya, kulepas kancingnya dan kupelorotkan ritsletingnya, dia agaknya masih agak ragu juga, terbukti dengan memegang tanganku berupaya menahan gerakan tanganku yang semakin nakal di daerah selangkanganya.
Tetapi dengan ciumanku yang membabi buta di daerah tengkuknya dan remasanku yang semakin mesra, akhirnya tanganku dilepasnya, kelihatannya dia sudah terangsang berat. Tanpa basa-basi tanganku langsung menelusup ke cd-nya.

Wahh. terasa bulu-bulu halus menumbuhi sekitar liang nonok nya. Kuraba klitorisnya, "Aghh. oouhh. sayang kamu nakal deh, " dengusnya sambil mengerjap. dia langsung membalikkan tubuhnya, memelukku erat dan meraih bibirku, "Cupp. " wah dia lihai juga melakukan French Kiss.

Dengan penuh nafsu dia melahap bibirku. Cewekku yang satu ini memang binal seperti singa betina kalau sudah terangsang berat. Agak lama kami ber-French Kiss ria, perlahan dia mulai menurunkan kepalanya dan ganti memangsa leherku, "Aahh. geli sayang, " kataku.

Rupanya debar jantungku yang menggelegar tak dirasakan olehnya. dia langsung mendorongku ke tembok, dan dia pun menciumi dadaku yang bidang dan berbulu tipis itu. "Wah. dadamu seksi yah. " katanya bernafsu.

Menjulurlah lidahnya menjilati dadaku "Slurrpp. " jilatan yang cepat dan teratur tersebut tak kuasa menahan adikku kecil yang agak menyembul keluar di balik celana renangku. Jilatannya semakin lama semakin turun dan akhirnya sampai ke pusarku.

Tangan pacarku kemudian merabai batang kontol ku yang sudah keras sekali. Aku pun sangat bernafsu sekali karena mengingatkanku pada gadis panti pijat yang merabai lembut kontol ku. "Ahh. Sayang. " desahku tertahan.

Dengan cekatan dia memelorotkan celana renangku yang baru saja kupakai, alhasil batanganku yang keras dan panjang pun mendongak gagah di depan mukanya. "Ihh. gila punyamu Sayang. " katanya. "Diana. hisap dong Sayang! " pintaku.

Dia agak ragu melakukan itu, maklum dia masih virgin sih. dia belum menuruti permintaanku, dia hanya mengocok pelan namun gerakan kocokannya pun masih kaku, sangat berbeda dengan gadis pemijat tempo hari.

"Ssshh. uahh. " aku pun mendesah panjang menahan kenikmatanku. "Sss. sayang hisap dong! " Aku pun menarik kepalanya dan mendekatkan bibirnya yang mungil ke kepala kontol ku, sekali lagi dia agak ragu membuka mulut.

"Aah. nggak mau Say, mana muat di mulutku. " jawabnya ragu. "Egh. tenang saja sayang, pelan-pelan lah, " Dia agaknya memahami gejolakku yang tak tertahan. Akhirnya dia memegang batanganku dan menjulurkan lidahnya yang mungil menjilati kepala kontol ku.

"Slurpp. slurpp. " sejuk rasanya. "Mmhh. ahh, nah begitu Sayang. ayo teruss. ahh sshh, buka mulutmu sayang. " dia masih saja menjilati kepala dan leher kontol ku yang mengacung menantang langit, lama-lama dia pandai juga menyenangkan lelaki, jilatannya semakin berani dan menjalar ke kantong semarku.

"Ih. bau nih sayang. tadi nggak mandi ya? " katanya menggoda ketika menjilati biji kontol ku yang ditumbuhi bulu-bulu halus, aku memang merawat khusus adikku yang satu ini. "Ihh. nggak lah sayang, kan yang penting nikmat, " kataku tertahan.

Mulut mungil Diana perlahan membuka, aku pun membimbing batang kemluanku masuk ke mulutnya. "Mmhh. eghh. " terdengar suara itu dari mulut Diana ketika batang kontol ku masuk, terlihat nya dia menikmatinya.

Dia pun mulai menghisapnya dengan bernafsu. "Slerpp. cep. " "Ahh. mm. oohh. " desahku penuh kenikmatan. "Mmmhh. sayang, nikmatt sekali. " gumamku tidak jelas. Setelah agak lama, aku pun menarik kontol ku dari mulut Diana.

Segera kubopong tubuhnya ke bangku panjang di dalam ruang ganti. Kurebahkan badannya yang lencir dan montok di sana, dengan keadaan pusakaku yang masih mengacung, kupelorotkan celana jins Diana dengan penuh nafsu, "Syuutt. " dan tak lupa cd-nya.

Dia pun terlihat nya pasrah dan menikmatinya karena tangannya merabai sendiri puting susunya. Kemudian terlihat lah lubang nonok nya yang merah dan basah, aku pun segera mendekatkan kepalaku dan.

"Slurp, " lidahku kujulurkan ke klitorisnya. "Hemm. slurp. " "Aachh. uhh! " desahnya panjang menahan kenikmatan yang dirasakan tarian lidahku di nonok nya yang sangat lincah, makanya Diana mati keenakan dibuatnya.

"Sssh. sshhss. " desisnya bagaikan ular kobra. "Tommy. aku nggak tahan lagii. " dia menggeliat tak karuan. "Akuu. nyampai nihh. " Jilatanku semakin kupercepat dan kutambah ciuman mesra ke bibir nonok nya yang harum, "Cup. cupp, " kelihatannya dia hampir mencapai puncak karena nonok nya memerah dan banjir.

"Sshh. aahh. oohh Yaangg. aku keluarr. " erangnya menahan kenikmatan yang luar biasa. Benar juga cairan nonok nya membanjir menebar bau yang khas. Hemm enak, aku masih saja menjilatinya dengan penuh nafsu.

"Aduhh. hh. Sayang, aku udah nihh. " katanya lemas. "Ma, aku masih konak nih. " kataku meminta. Langsung saja tanganku ditariknya dan mendudukkanku di atas perutnya, batang kontol ku yang masih tegang menantang belum mendapat jatahnya.

Langsung saja Diana mengambil lotion "Tabir Surya" dan mengolesinya ke batang kontol ku dan ke dadanya yang montok, dan dia segera mengapitkan kedua gunung geulis-nya agar merapat. dia mengambil lagi lotion itu, dan mengusapkan ke kontol ku, "Ahh. " aku pun hanya merem-melek.

Kemudian dia menarik batang kontol ku di antara jepitan gunung kembarnya. Wahh. nikmat juga rasanya, aku pun memaju-mundurkan pantatku layaknya orang yang sedang bersetubuh. "Bagaimana rasanya sayang. " tanyanya manja dan memandangku sinis.

"Aahh. mm. ss nikmat sayang. " dia pun tertawa kecil. dia merapatkan lagi gunungnya sehingga rasanya semakin nikmat saja. "Uuahh. nikkmatt sayangg. ! " erangku. dia hanya tersenyum ngeliat mukaku yang merah dan terengah menahan nikmat.

"Rasain. habis kamu nakal sih. " katanya. "Tapi lebih. nikmat vagina mu sayang. " "Hush. " katanya. Gerakanku semakin cepat, aku ingin segera mencapai puncak yang nikmat. "Uuhh. uhh. mm. arghh. " erangku tertahan.

Tak lama aku merasa hampir keluar. "Sayy. aku hampir nyampe nihh. " desahku. "Keluarin aja Tommy. pasti nikmatt. " Tak lama batang kontol ku berdenyut dan. "Crott. crutt. " "Uuahh. hemm. sshh! " nikmat sekali rasanya.

Peju ku memancar dengan deras dan banyak. "Ooohh. " gumamku. peju ku memancar membasahi leher Diana yang jenjang dan mengena juga janggut dan bibirnya. "Ihh. baunya aneh ya. " dia mencoba membersihkan cairan kental itu dengan tangannya, aku pun turun dari atas tubuhnya.

"Aahh. nikmat Sayang. " tapi dalam hatiku aku belum puas jika belum menjebol liang nonok Diana. Diana pun segera membersihkan maniku yang belepotan. "Iihh. kok kayak gini sih? " tanyanya penuh selidik.

"Itu namanya cairan kenikmatan sayang. " jawabku enteng. "Ooo. " katanya pura-pura tahu. "Habis bercinta enaknya berenang yuk? " ajaknya. "ok, " kataku. Diana pun segera berpakaian renang dan aku juga.

Setelah siap kami pun keluar kamar, wah ternyata di luar sepi sudah tidak ada orang lagi, padahal masih menunjukkan pukul 2:00 siang. Ternyata lama juga kami bercinta. "Byurr. " kami berdua pun mencebur dan berenang, aku yang sudah terkuras kejantanannya semenjak kemarin malam segera ketepi dan hanya ngeliat Diana berenang.

Gerakan renangnya yang bagai ikan duyung, dibalut baju renangnya yang seksi serta kulitnya yang putih mulus, membangkitkan lagi gairahku. Terbesit di pikiranku untuk bercinta di kolam renang, kebetulan tidak ada orang dan petugas jaganya jauh.

"Diana sini sayang. ! " panggilku. "ok. ada apa Tommy? " dia berenang mendekat ke arahku, aku pun masuk ke air, aku langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan ganas.

"Kamu membuatku nggak tahan sayang. " kataku. Untung saja kolam renangnya tidak dalam sehingga bisa enak kami bercinta. "Ughh. " desahnya agak terkejut, dia pun membalas ciumanku. Aku tidak melucuti pakaian renangnya, aku cuma menyibakkan sedikit cawat bawahnya sehingga liang nonok nya kelihatan.

Uhh, kelihatan menggairahkan sekali nonok nya di dalam air yang jernih itu. Dengan ganas aku menciumi bibirnya yang basah serta meremas lembut dadanya yang terbalut baju renang yang tipis itu.

Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol cerita seks xxx, cerita hot xxx bokep baru, Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol, bacaan dewasa xxx Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol
Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol

Diana kelihatan sangat cantik dan segar dengan badan dan rambut yang basah terurai. "Ahh. sayang. nanti kelihatan orang, " katanya khawatir. "Tenang Sayang. tak ada yang ngeliat kita begini. " kataku.

"Baiklah. Tommy kubuat kamu ko di kolam, " tantangnya. dia langsung memelorotkan celana renangku, batang kontol ku yang sudah tegang pun menyembul dan kelihatan asyik di dalam air. Diana mengocok kontol ku di dalam air.

"Mmm. " geli dan sejuk rasanya. Tanpa menunggu lama lagi aku ingin memasukkan batang kontol ku ke lubang nonok nya. "Diana. kumasukin yah? " Diana pun tanpa ragu menganggukkan kepala tanda setuju.

"Baik Sayang. " Kudekap erat tubuhnya agar dekat, ternyata Diana sudah membimbing batang kontol ku masuk ke lubang nonok nya. "Argghh. " dia menyeringai ketika kepala kontol ku menyentuh bibir nonok nya.

Aku pun segera mengangkat Diana ke pinggir kolam dan kubaringkan dia, kutekuk lututnya sehingga lubang nonok nya kelihatan menganga. "Siap Sayang. " Aku mulai memasukkan sedikit. "Uhh. " padahal baru kepalanya saja yang masuk.

"Aahh. Sayang, punyamu terlalu besarr. " Aku pun segera menekan lagi dan akhirnya "Bless. " seluruhnya bisa masuk. "Uhh. ahh. mmhh, " erangnya menahan gesekanku. "Sshh. ss, enak kan Sayy. " kataku terengah.

"Huuff. uhh. ayoo terus Ssayy. ennakk. " Terdengar bunyi yang tak asing lagi, "Crep. crepp. sslepp. " asyik kedengarannya, aku semakin giat memompanya. Kemudian aku ingin ganti posisi, aku suruh Diana menungging.

"Ayolah Sayang. puaskan aku. " dia pun menungging dengan seksinya, keliatan lubang nonok nya merekah, menarik untuk ditusuk. "Slepp. " batang kontol ku kumasukkan. "Ahh. ss. ahh. " desahnya penuh kenikmatan.

Nafasnya semakin memburu. "Huff. ehh. mm. " aku terengah. Kupercepat gerakanku, "Slep. slep. slep. slep. " "Ahh. Ssayangg. bentar lagi aku nyampe nihh. " kataku terburu. "Aakuu. jugaa. " Himpitan liang nonok Diana yang kencang dan basah membuat maniku tak kuasa lagi untuk keluar, dan akhirnya Diana pun mencapai puncaknya.

"Ooohh. akuu lagi Sayangg. " Cairan nonok nya pun membanjir, hal ini semakin membuatku juga tidak tahan. "Aaahh. aku juga Sayangg! " erangku penuh kenikmatan. "Cepat cabut. keluarin di luarr. ! " sergahnya.

Dengan cepat segera kucabut kontol ku, Diana pun tanggap dia pun memegangnya dan mengocoknya dengan cepat. "Aauuhh! nikmatt! " "Crut. " peju ku pun keluar. "Eerghh. ahh. " tapi sedikit, maklum terforsir.

"Aahh. kok sedikit Sayangg. " katanya meledek. "Eemmhh. ah. habis nih cairanku. " Aku pun lemah tak berdaya dan dia pun berbaring di pangkuanku. Aku mengelus rambutnya yang basah, kukecup keningnya, "Cup! I love you Sayang. " Sejak itulah kami sering melakukannya, baik di mobil maupun pada di sebuah gubuk di hutan kala kami berburu bersama.

Dalam hatiku aku berkata, gadis pemijatlah yang membuatku jadi begini.
Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol
Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol, cerita seks , Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol cerita seks xxx, cerita hot xxx bokep baru, Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol, bacaan dewasa xxx Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Cewek Pijat XXX Doyan Isep Kontol

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com