Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok

Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok | Aku termasuk orang yang bisa dibilang maniak dalam hubungan seks. Aku pun mampu bertahan lama dalam menghadapi lawan jenisku. Untungnya aku tergolong pendiam. Sehingga orang tetap mengenalku sebagai Kundalini yang pendiam dan memang aku minder dan kurang banyak berteman.

Selama ini aku menjalin hubungan dengan temanku yang bernama Peter. Peter nggak terlalu good looking, namun bisa dikatakan point tujuh, berkulit gelap, tinggi kurus. Bulu matanya kata teman-temanku indah seperti bulu mata cewek.

Namun ada sesuatu yang lebih dari sekedar tampilan fisik. Setelah membaca ceritaku, mungkin anda akan paham apa yang dinamakan pria idaman, bagaimana definisinya. Mungkin ini pulalah yang membuat dia banyak mempunyai teman wanita, yang terus terang terkadang (meski jarang) aku agak sedikit cemburu.

Menurut ceritanya, dia hanya telah pacaran dengan beberapa cewek, namun kurasa pasti lebih dari puluhan. Dengan dia pulalah aku pertama kali mengenal hubungan seks dan ternyata aku sangat menyukainya.

Kita melakukannya hampir setiap malam. Peristiwa ini berawal 3 tahun yang lalu ketika aku masih kuliah. Waktu itu aku ke rumah Peter. Seperti biasa kita nonton film di rumahnya.

Kebetulan waktu itu Peter punya film bagus yang judulnya Powder. kita rebahan sambil ngobrol. Sementara Peter asyik merokok. Selama ini, hubunganku hanya sebatas snogging, necking atau petting aja. nggak pernah intercourse.

Kalaupun ada yang harus disebutkan lagi, paling heavy petting aja. Namun siang itu terjadi sesuatu yang nggak kita perkirakan sebelumnya. Entah siapa yang memulai, aku atau Peter. Tapi kita saling berpagutan.

Sementara tangan Peter masuk ke hem yang kukenakan dan meremas-remas toket ku. Satu yang kusukai dari Peter adalah dia selalu membuka bra yang kukenakan tanpa menggunakan tangan, tetapi menggunakan gigi.

Itupun tanpa perlu melepas baju yang kupakai. Dia biasanya menggigit hook braku hingga lepas. Aku menyukainya ketika giginya terasa menyentuh punggungku. Tangan Peter sekarang nggak lagi cuma bermain di toket ku, namun udah mulai turun membelai pusarku.

Bibirnya pun meniup-niup pusarku. Geli rasanya, namun sangat merangsang. Lidahnya menjilati bulu-bulu yang ada di atas nonok ku. Bolak-balik dari pusar ke atas nonok ku. Aku paling suka jika Peter melakukan hal ini.

Terutama waktu lidahnya menari menjilati sisi atas, kiri dan kanan dekat nonok ku. Nikmatnya nggak terkira. Akupun mulai meremas-remas batang kontol Peter. Dia sangat menyukainya. Tanganku merogoh masuk ke dalam jeans-nya.

Tak puas dengan hanya merogoh, kubuka dan kulepaskan celananya. Celana dalamnya kelihatan penuh dan ujung kontol nya nongol dari celana dalamnya. Aku tertawa kecil ngeliat nya, kusentuh dengan menggunakan ujung jariku, Peter menggeliat kegelian dan cekikian.

Peter menindihku dan kita bergumul di atas karpet. Sejauh ini kita hanya bermain sperti ini. Hanya menggesek-gesekkan kemaluan kita tanpa melakukan intercourse. Namun siang itu rupanya lain. Aku meraih celana dalam Peter dan melepasnya, dan Peter pun berbuat demikian padaku.

Celana dalamku lepas udah, sementara baju masih kupakai. Peter sendiri pun demikian. Praktis pusar ke bawah, kita bebas. Kembali Peter menindihku dibarengi dengan ciuman-ciuman yang mesra. Badanku terasa panas bergelora.

Kurasakan badan Peter hangat menindihku. Batang kemaluan Peter menggesek-gesek di belahan nonok ku. Peter mencoba menusukkannya. Aku pun, jujur aja udah ingin melakukan persetubuhan, namun aku takut hamil. Tetapi akhirnya Peter membujukku untuk sedikit menggesekkan kepala kontol nya ke lubang nonok ku.

Aku menurut aja. Kepala kontol nya terasa hangat menyentuh klitorisku. Nikmat kurasakan kegelian yang memuncak ketika kepala kemaluan itu menyentuh lembut bibir nonok ku. kita nggak tahan lagi akan sensasi yang tercipta oleh gesekan itu.

Tanpa kusadari, gerakan tubuhku rupanya membuat kepala kemaluan Peter nggak aja menyentuh klitorisku, namun kini telah penetrasi lebih jauh masuk ke lubang nonok ku. Aku kaget, berusaha menolak. Namun, dorongan untuk mencoba lebih jauh akibat kenikmatan itu telah membutakanku.

Kupikir sebentar lagi aja, ah. Tanggung. Aku kaget setengah mati ketika kutarik kemaluan Peter keliatan darah di kepala kontol nya. Kupikir ini pasti darah keperawananku. Aku menangis, menyesal. Kenapa nggak berhenti waktu kemaluan Peter hanya menyentuh klitorisku.

Kembali aku menangis dan menangis menyesalinya. Peter mencoba meredakan tangisku. Namun aku tetap merasa nggak tenang. Akhirnya kuputuskan untuk pulang aja ke kost-ku. Seminggu setelah kejadian itu, aku berpikir bahwa aku udah nggak perawan lagi.

Kenapa juga waktu itu aku berhenti sebelum mengalami kenikmatan. Itu juga nggak akan mengubah keadaan. Menangis pun percuma karena kenyataan akan tetap sama. Akhirnya waktu malam itu Peter datang, aku berhubungan badan dengannya.

Lagipula aku ingin menikmatinya. Aku nggak mau membohongi diri sendiri. kita melakukannya di kursi tamu di teras kost-ku yang gelap. Aku memang lebih suka memakai rok dibanding dengan celana kalau berada di rumah.

Karena itulah, mudah aja bagiku untuk bersenggama di teras. Terlebih lagi, kalau di kost-ku, apalagi kalau sedang kencan dengan Peter, aku memang jarang memakai celana dalam. Aku lebih senang yang praktis seperti ini.

Meskipun selama ini kita hanya heavy petting aja atau kubiarkan Peter meraba-raba nonok ku. Namun malam ini aku memutuskan untuk melakukannya karena aku pun udah nggak perawan, kenapa nggak aku nikmati aja hal ini.

Peter memang ahli dalam foreplay, pandai sekali dia merangsangku sebelum akhirnya kita bersenggama. Rambutku yang panjang sepinggang dinaikkannya dan diciuminya punggung leherku. Turun sampai ke hook bra-ku. Digigitnya pelan dan dilepaskannya dengan mulut.

Bagian inilah yang paling kusuka. Gigitannya terasa sangat mesra di punggungku, diangkatnya kaosku dan tangannya terasa mesra membelai punggungku. Aku benci dengan orang yang terburu-buru meremas toket. Mereka nggak bisa menghargai keindahan seni bercinta.

Aku duduk di atas Peter. Aku merasakan kontol nya udah mendesak tegang. Kuraihkan tanganku ke belakang dan menyusup masuk ke celananya. Aku udah hafal ini. Agak susah memang, namun terasa asyik sekali ketika ujung jariku menyentuh kepala kontol nya.

Perlahan diangkatnya tubuhku. Secara reflek akupun mengangkat rokku sedikit. Dalam posisiku agak sulit untuk melepas kancing celana dan menurunkan ritsluitingnya. Peter membantuku. kontol nya kini tegak tinggi. Pernah aku mencoba mengukur kemaluan Peter, panjangnya sekitar 27 senti.

Entah itu besar atau hanya sedang-sedang aja. Tetapi indah. Ototnya keliatan menggelembung di keremangan terasku yang terpisah tirai bambu dengan jalan raya yang ada di atas kost-ku. Aku segera menurunkan tubuh sembari membimbing kemaluan Peter ke liang nonok ku.

Aku turun perlahan, berusaha menikmati segala keindahan yang tercipta dari fantasi seks liar kita. Kurasakan agak sakit ketika pertama kali kontol nya menyeruak masuk ke lubang surgaku. Untungnya nonok ku udah basah akibat foreplay yang dilakukannya, sehingga nggak terlalu perih waktu batang kontol nya penetrasi masuk ke liang nonok ku.

Uuugh, nikmatnya selangit. Kurasakan tubuhku memanas dan semakin panas serta melambung tinggi. Pelan-pelan aku mulai menaik-turunkan tubuhku di atas Peter. Peter pun berusaha mengimbanginya dengan menusukkan batang kontol nya dari bawah.

Sodokan Peter terasa menyakitkan, tetapi juga nikmat. Aku mencoba menurunkan tubuhku secara penuh agar kemaluan Peter masuk semua ke dalam liang nonok ku, namun Peter bilang itu menyakitkan biji pelirnya.

Kupikir benar juga. Akhirnya aku memintanya untuk menyodokkan kontol nya keras-keras dan seluruhnya ke dalam liang kenikmatanku, karena kupikir dialah yang tahu persis apakah itu menyakitkan bijinya atau nggak.

Ternyata kenikmatan yang tercipta akibat sodokan itu sangat hebat. Aku menggeliat-geliat, sementara Peter tetap mencoba menahan tubuhku agar nggak terlalu banyak bergerak dan jatuh ke tubuhnya. Aku merasakan seluruh tubuhku bergetar dengan hebat.

Gejolak yang kurasa ketika kita hanya melakukan gesekan kemaluan kalah jauh bila dibandingkan dengan kenikmatan yang tercipta waktu batang kontol Peter penetrasi ke lubang nonok ku. Kalau aja aku tahu kenikmatan yang tercipta sedahsyat ini, pasti aku udah melakukannya dari dulu-dulu.

Lagian apa sih enaknya mempertahankan keperawanan. Kurasakan batang kontol Peter menyodok-nyodok dengan kasar. Aku mencoba bergerak memutar, karena gatalnya nonok ku akibat sodokannya. Tanpa kusadari, ternyata rotasi tubuhku semakin memperhebat kenikmatan yang kurasa.

Selama kurang lebih 15 menit batang kontol Peter serasa bagai poros yang mengaduk-aduk isi nonok ku. Peter pun meracau nggak karuan. Aku semakin menggila akibat kenikmatan itu. Putaranku makin kupercepat, searah jarum dan berbalik melawan jarum jam berbarengan dengan gerakan sodokan Peter.

Wow, nikmatnya, bung. Anda harus mencoba hal ini dengan pasangan anda. Peter memintaku untuk menghentikan sebentar permainan gilaku ini. Aku berpikir, aku memang baru sekali ini melakukannya, tetapi memang bercinta hal yang alamiah.

Tanpa belajar pun aku rupanya bisa melakukannya. Sejenak kita terengah-engah dan terperangah oleh permainan kita sendiri. Aku baru tahu, permainan gaya inilah yang nantinya dikatakan Peter sebagai gaya anjing (doggy style).

Hanya aja kita melakukannya nggak dengan posisi tubuhku bersandar ke tembok/kursi atau berdiri empat kaki seperti anjing dan ditusuk dari belakang. kita melakukannya dengan dengan cara duduk, yang ternyata nantinya kuketahui memiliki kenikmatan yang sama namun nggak menyakitkan seperti jika dilakukan dengan posisi tubuh bersandar ke tembok/kursi atau apapun.

Kita hampir nggak percaya kita bisa bercinta sehebat itu. Peter dan aku terdiam sejenak, mencoba mengatur nafas dan menenangkan diri akibat sensasi yang begitu intens dari persenggamaan itu. Kalaupun kita mengetahuinya, kita hanya menontonnya dari film-film yang memang sering kita tonton.

Namun mengalaminya sendiri adalah satu hal lain yang benar-benar berbeda. nggak heran kalau banyak orang yang gemar kawin kalau memang kenikmatannya seperti ini. nggak heran pula kalau banyak kasus seks pranikah, karena memang enak.

Setelah sekitar 5 menit menenangkan diri dan mengatur nafas, Peter menyuruhku untuk duduk di sampingnya. Kemudian dia menghadap ke arahku dan menusukkan kembali batang kontol nya ke nonok ku.

Agak susah memang, karena teras kost-ku gelap. Kubimbing batang kontol nya ke mulut nonok ku dan secara reflek Peter langsung menusukkan kontol nya. Oooh, nikmatnya waktu kurasakan kemaluan Peter menggaruk dinding dalam lubang nonok ku.

Kini aku berada di bawah, dengan posisi duduk mengangkang membuka kedua pahaku lebar-lebar. Peter kembali menusukkan dan menggoyang seperti yang kulakukan waktu aku berada di atasnya. Hujaman itu terasa menggelitik dinding nonok ku yang semakin gatal.

Basah makin kurasakan nonok ku oleh cairanku yang keluar melumasi bagian dalam. Aku turut mencoba menggoyangkan pantatku, namun agak sulit, karena aku di posisi bawah. Akhirnya aku mencoba mengimbanginya dengan menggoyang ke kiri kanan aja.

Tangan Peter yang tadinya bertumpu pada pegangan kursi panjang kuangkat agar meremas toket ku. Aku udah nggak tahan lagi. Sensasi ini udah demikian menggila. Pundak Peter kugigit. Kepalaku terhentak ke kanan dan kiri.

Kukibas-kibaskan rambut panjangku. Tak puas, kujambak rambutku sendiri akibat kenikmatan yang kurasa. udah setengah jam lebih kita bersetubuh, namun belum keliatan tanda-tanda Peter akan mengakhirinya. Sementara aku udah gilanya menikmati setiap tusukan batang kontol nya yang disertai goyangan memutar.

Kurasakan bagai tombak yang menghujam. Mengaduk-aduk seluruh syaraf nikmat yang ada dalam nonok ku. Kalau nggak takut ketahuan oleh teman sekost, mungkin aku udah berteriak-teriak, mengekspresikan segala kenikmatan yang kurasa.

Nggak tahan lagi aku mencapai puncak setelah sekitar 45 menit bersenggama. Entahlah, apakah itu tergolong lama atau nggak, namun kenikmatan yang kurasa tak mampu kutahan lagi. Dahsyat sekali waktu aku mencapai orgasme senggama pertamaku ini (kalau orgasme akibat gesekan aja sih aku udah sering mengalaminya, itu pun setelah satu jam atau lebih).

Basah kurasakan sampai pahaku, mungkin akibat cairanku yang meluap-luap. Aku menjambak rambutku sendiri. Kedua pahaku kurapatkan, kakiku mencengkeram pinggangnya dan menariknya, memaksanya untuk memasukkan batang kontol nya secara penuh ke liang nonok ku.

Nikmat sekali mencapai orgasme. Peter berbisik lembut agar aku menahan dan tetap bercinta. Anggukanku dibalasnya dengan tusukan tajam yang makin cepat. Kubiarkan aja dia mengobrak-abrik dinding nonok ku. Pasrah, namun tetap berusaha mengimbangi dan menikmati sembari berharap semoga dia nggak langsung keluar.

Benar aja, baru setelah dua puluh menit aku orgasme, Peter baru mencapai orgasmenya. Dia meracau nggak karuan dan menggenggam pundakku kencang-kencang. Sakit, tapi kucoba menahannya dengan mengatupkan gigiku karena aku tahu Peter memerlukannya.

Segera dicabutnya batang kontol nya dari nonok ku dan langsung dikocoknya di depanku. sperma nya muncrat dan ditumpahkannya ke toket ku. Ada sebagian yang mengenai wajahku dan tembok di belakangku.

Cerita Sex Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok

Oooh, nikmatnya, waktu kurasakan hangat peju nya menyentuh kulit toket dan wajahku. Langsung kuusap. Aku nggak mau begitu aja melewatkan kehangatan peju nya di atas puting toket ku. Diciuminya aku, kubalas dengan pagutan mesra.

Nikmat dan mesra sekali kita malam itu. Meskipun pemula, kini aku tahu teknik untuk menghindari kehamilan dengan mengeluarkan batang kontol nya dari liang nonok ku dan mengocoknya untuk membantu Peter orgasme.

Pengalaman pertama bersenggama inilah yang mungkin akhirnya mempengaruhiku menjadi cewek yang bisa dikatakan gila seks. Bayangkan, kita melakukan ini dua sampai tiga kali setiap malam (kecuali kalau aku sedang menstruasi, tentunya) dengan berbagai gaya yang berbeda.

Peter memang pandai dalam membuatku jadi pecinta yang gila, dan yang aku herankan, aku yang pendiam ini terbawa permainannya. Lebih-lebih lagi, kata Peter, dia kadang-kadang sampai heran dan kewalahan mengatasi kemampuanku bertahan dalam bermain seks selama lebih dari satu atau dua jam.

Pernah pada suatu hari, ketika itu kita sedang kkn di desa yang memang terpencil, kebetulan kita ditempatkan di desa yang sama, kita minta ijin untuk pulang ke kota, perguruan tinggi kita untuk mengurus proposal dana kkn.

Kost-ku sepi karena kkn di universitasku memang dilaksanakan setiap musim liburan, akhirnya Peter memutuskan untuk menginap di tempatku. kita bercinta seharian, baik di kamarku, ruang tamu, dapur ataupun kamar mandi.

Selama tiga hari kita nikmati kebebasan itu dengan bercinta. Berbagai gaya kita coba karena gairah yang kita pendam hampir sebulan lebih di desa kkn nggak mampu melakukan percintaan. Siang itu sebelum kita kembali ke desa kkn, kita bercinta sampai menjelang petang.

Peter dan aku rebahan di ruang tamu sambil nonton tv. Namun berakhir dengan bergumul, saling mencium. Rangsangan yang dilakukannya sangatlah efektif. kita yang waktu itu baru aja selesai mandi setelah bercinta, kini mulai terlibat foreplay lagi, yang keliatan nya akan disusul dengan percintaan.

Satu yang kucinta dari cowok ini adalah kepandaiannya melambungkan emosiku naik turun. Kadang dia bergerak cepat tanpa menghilangkan kemesraan, lalu menurunkan temponya begitu aja seolah nggak niat bercinta dan menungguku untuk aktif memulai percintaan.

Begitu juga siang itu, setelah merangsangku habis-habisan, tiba-tiba dia berhenti diam mematung. Aku yang sadar akan hal itu segera bertindak aktif sebelum suasana menjadi dingin. Aku harus menciumnya dan melepas celananya tanpa menggunakan tangan.

Fantasi seks kita memang cukup liar, kugigit lepas kancing bajunya satu persatu, kuciumi seluruh dada dan perutnya. Lidahku menari menyusuri sampai ke pusar dan kususul dengan kancing celananya. Agak sulit memang, karena tanganku kubiarkan aja diremas oleh Peter.

Setelah kancing celana lepas, barulah celana itu kulepaskan dan baju Peter kulepas. Peter menyuruhku untuk mengambil bantal dari kamarku. Aku heran, gaya apa lagi yang akan kita lakukan, namun kuturuti aja.

Aku disuruhnya untuk rebah dan ternyata bantal itu ia pakai untuk mengganjal pantatku. Akibatnya, nonok ku kurasakan mengembang dan terbuka lebar. Aku heran, tahu darimana dia tentang hal ini.

Perlahan, diciuminya pusar dan daerah sekitar kiri dan kanan nonok ku. Rasanya sungguh menggelitik. Aku gemas dan meraih kepalanya lalu mengarahkannya ke liang nonok ku. Setelah puas menciumi lalu dia mulai menjilati bagian dalam nonok ku.

Dia menyuruhku untuk nggak memakai tanganku. Uuugh, rasanya ingin rasanya aku menempeleng dia akibat siksaan kenikmatan yang amat sangat. Aku nggak mampu berbuat apa-apa. Tanganku hanya mampu mengepal dan mengejang di samping tubuhku, sementara dia dengan bebasnya menjilati klitorisku dan bibir nonok ku yang terbuka lebar.

Dia tiup lubang nonok ku dengan mesranya, dingin. Kembali aku terbuai, karena tiupannya disusulnya dengan gigitan pada bibir nonok ku yang kurasakan makin gatal dan panas. Akhirnya saat yang kunanti tiba juga.

Dia mulai bangkit dan dengan mudahnya memasukkan batang kontol nya ke lubang nonok ku yang terbuka lebar menganga. Tanganku mengangkat ke atas sementara Peter bertumpu pada kedua tanganku. Teriknya siang itu jadi bertambah panas dengan percintaan kita berdua.

Kita terdiam beberapa saat lamanya tepat setelah Peter melakukan penetrasi. Aku hapal dia, Peter sedang berusaha menikmati kehangatan bagian dalam nonok ku. Memang, waktu kita berhenti dan diam, aku bisa merasakan denyutan batang kontol Peter dalam lubang nonok ku.

Sementara lubangku pun juga berdenyut-denyut memijit batang kontol nya. Keadaan diam itu justru menambah kenikmatan. Peter memang pandai dalam bercinta. Dia pulalah yang mengajariku cara untuk menggerakkan otot nonok ku, terutama bibir dan dinding nonok ku, sehingga aku bisa memijit batang kontol nya tanpa harus melakukan gerakan apapun.

Inilah yang kita lakukan siang itu. Mencoba menikmati dalam keadaan diam dengan merasakan denyutan batang kemaluan Peter dan pijitan liang nonok ku. Setelah beberapa lama, Peter akhirnya bergerak juga naik turun menusukkan batang kontol nya ke lubang nonok ku.

Aku secara naluriah mengimbanginya dengan menggoyangkan pantatku. Ternyata bantal yang di taruhnya di pantatku sangat menolong. Biasanya agak susah untuk mengoyangkan pantatku akibat tekanan Peter, namun kali ini gampang aja, karena relatif lebih licin.

Hampir lebih dari satu jam kita melakukannya sebelum akhirnya Peter mengangkatku untuk berganti gaya. Tanpa melepas senjatanya dari liang nonok ku, Peter mengangkat tubuhku yang relatif kecil (beratku 41 kg).

Agak susah memang, tapi dia memang pintar. Waktu dia mencoba mengangkat tubuhku, otomatis aku memeluknya erat dan ini membuat batang kontol nya tenggelam lebih dalam ke lubang nonok ku.

Sementara itu, waktu tubuhnya telah tegak dan aku menggelayut memeluk lehernya, tangannya mengangkat pahaku agar burungnya nggak lepas dari sarangku. Betisku (sebenarnya tungkai) kulingkarkan ke lehernya untuk membantu dia agar aku nggak terjatuh.

Dan waktu dia mencoba memperbaiki posisi berdirinya sembari memanggulku, inilah yang kurasakan sangat intens. Batang kontol nya dengan kasar menyodok nonok ku karena memang nggak ada kontrol waktu tubuhku diangkatnya agar posisi kita lebih baik.

Lalu dengan kasarnya tubuhku dilambung-lambungkan pelan. Hujaman batang kontol nya kurasakan sangat menyiksaku. Tetapi justru tusukan yang terasa kasar, dalam dan nggak terkontrol ini malah menambah intens ketegangan kemaluan kita berdua.

Tetap dalam posisi yang sama, disandarkannya punggungku ke tembok. Waktu dia berjalan ke tembok, karena aku masih menggantung dan kontol nya masih tetap tertancap di lubang nonok ku, maka sangat terasa hentakan ketika Peter melangkah dan ini membuatku makin gila.

Setelah bersandar barulah aku agak tenang. kita mencoba berhenti sebentar untuk menikmati momen ini. Kurasakan batang kemaluan Peter berdenyut naik turun meskipun dia dalam posisi diam. Sementara kurasakan lendirku turun melumasi batang kontol Peter.

Nonok ku pun terasa berdenyut-denyut. Kulihat Peter merem melek menikmati remasan lubang nonok ku atas batang kontol nya. Lembut aku diciumnya. Karena sulit untuk mendapatkan kenikmatan waktu bersandar di tembok, aku meminta Peter agar menggendongku keliling ruang tamu.

Sebenarnya ini hanya alasanku aja, karena aku telah dibutakan oleh sensasi kenikmatan kasarnya sodokan senjatanya yang tadi kurasakan waktu dia memanggulku. Peter mengiyakan dan langsung mengangkat kembali tubuhku dengan memperbaiki sanggaan atas pahaku dan membawaku berjalan keliling ruang tamu.

Pelan aja, pintaku, yang dijawabnya dengan anggukan. Wajahnya tenggelam diantara kedua belah toket ku yang nggak terlalu besar (dada 34B, lingkar pinggang 27″). Aduh, nikmatnya merasakan tusukan kasar dalam gerakan jalan lambat seperti ini, batinku.

Makin lama, kurasakan jalan Peter bertambah cepat dan hentakan yang terasa makin kuat. Tempo permainan itupun makin cepat. Tanganku makin erat melingkari lehernya. Aku nggak mau jatuh. Sedangkan aku juga nggak mau begitu aja Peter menanggung berat badanku dengan kedua lengannya.

Hentakan batang kontol nya makin lama makin hebat. Aku mengerang. Kutancapkan kukuku di punggungnya. Aku hampir orgasme. Inikah kenikmatan cinta? Setelah mengelilingi ruang tamu empat kali aku akhirnya mencapai orgasme yang sangat nikmat.

Direbahkannya aku di meja dapur dan dibiarkannya aku menikmati puncak kenikmatan itu. Tusukannya dipercepat di atas meja itu. Kakiku yang sekarang terangkat di pundaknya, mengejang. Sementara tanganku berpegangan erat pada kedua sisi meja dan tangan Peter bertumpu pada pundakku.

Tiba-tiba dicabutnya batang kontol nya dari lubang surgaku dan dikocoknya di hadapanku. Rupanya ia pun hampir mencapai orgasme. Tak lama kemudian, dimuncratkannya peju nya ke pusarku. Ada sekitar tujuh kali semburan dahsyat disertai beberapa kali muncratan sisa peju nya.


Cerita seks Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok
  • Bahkan wajahku pun bersimbah peju yang nggak sengaja muncrat, bercampur dengan keringat akibat teriknya matahari siang itu dan senggama kita. Puas rasanya siang itu. Satu hal lagi yang kusukai dari Peter adalah kekuatannya bersenggama.
  • Meskipun telah beberapa kali bersenggama dan memuntahkan peju nya, ia masih kuat untuk melakukannya lagi ketika kita mandi berdua siang itu. Butuh waktu dua jam bagi kita untuk mandi dan bersenggama lagi setelah lebih dari satu jam bersenggama sebelumnya siang itu.
  • Kita mandi di dua kamar mandi yang berseberangan tanpa menutup pintu sebelum akhirnya memutuskan untuk mandi bersama dan bersetubuh lagi di kamar mandi. Pernah suatu kali kita mencoba main dengan gaya kasar.
  • Kata Peter ini adalah "bondage" atau penyiksaan. Beberapa kali aku pernah ngeliat nya waktu kita nonton film blue jepang. Apa salahnya ini kita praktekkan pula. Waktu itu dua hari setelah ulang tahunku ke duapuluh tiga di bulan september.
  • Mahasiswa baru biasanya masuk sekitar bulan agustus. Sementara mahasiswa lama baru mulai kuliah sekitar awal september. Itupun masih banyak yang bolos hingga akhir september, bahkan lebih. Kost-ku memang masih sepi, karena mayoritas isinya mahasiswa senior.
  • Sebenarnya bisa aja kita bercinta di rumah Peter, karena ia memang tinggal sendirian. Tetapi kita lebih suka melakukannya di kost-ku. Malam itu, hari rabu sekitar jam delapan lebih (karena layar emas di tv swasta udah mulai), kita bercinta.
  • Kali ini tanpa foreplay, Peter menyuruhku untuk mengambil sabuk. Aku turuti dan kuambil sabuk kimonoku. Ternyata sabuk kain itu dia gunakan untuk mengikat tanganku. Direbahkannya aku di tempat tidurku.
  • Tanganku menghadap ke atas. Diciuminya aku dengan kasar. Seperti yang telah kukatakan, kita berdua memiliki fantasi seks liar. Meskipun aku pendiam, namun urusan seks aku sangat berpikiran progresif. Kalau ada sesuatu yang baru, kenapa nggak dicoba untuk sekedar menyegarkan suasana.
  • Peter masih duduk di atas tubuhku, ketika tiba-tiba dirobeknya bajuku dengan kasar. Aku menyukai gayanya. bh-ku pun direnggutnya. Padahal biasanya dia menggigit hook bh-ku sampai lepas. Kali ini sangat berbeda.
  • Setelah itu, giliran rokku yang ditariknya ke bawah hingga kancingnya pun lepas. Seperti telah kukatakan, aku lebih senang memakai rok tanpa celana dalam. Kini aku telah telanjang bulat di hadapannya.
Dia lalu berdiri dan melepas kaos serta celananya satu persatu hingga polos. Kulihat batang kontol nya mengacung tinggi di atasku. Oooh, indahnya. Dia turun dari kasur dan tubuhku diseretnya hingga kakiku berjuntai di pinggir tempat tidur.

Posisi pantatku yang berada di bibir tempat tidur membuat nonok ku merekah lebar. Sementara tanganku masih terikat ke atas. Dengan kasarnya dipukulkannya batang kontol nya ke liang nonok ku.

Sakit sekali rasanya, tapi aku telah terbuai oleh kenikmatan yang akan kunikmati. Pelan-pelan dia naik ke ranjang dan ditamparkannya kembali batang kontol nya ke pipi kanan dan kiriku berulang-ulang.

Turun dari ranjangku, diambilnya ikat pinggangnya yang kubelikan untuk hadiah ulang tahunnya. Ujung ikat pinggang yang terbuat dari logam itu dipukulkannya ke perut dan nonok ku. Nikmat sekali rasanya meskipun sakit.

Aku mengaduh kesakitan, namun memintanya untuk terus menyakitiku. Tiba-tiba dimasukkanya dua jarinya ke dalam lubang nonok ku dan dihujam-hujamkannya dengan kasar. Sementara tangan kanannya digunakannya untuk menjambak rambutku. Kini posisiku seperti udang goreng, melengkung.

Satu karena jambakan Peter, dan yang satu lagi karena hunjaman jarinya atas liang nonok ku. nggak puas dengan dua jari, kini tiga jarinya dimasukkan ke lubang ku. Jari telunjuk masuk ke lobang nonok aku dan jari tengah masuk ke lubang bool aku, sementara jari tengahnya menggosok-gosok klitorisku, terasa geli setengah mati.

Nikmat bercampur geli, namun aku nggak bisa berbuat-apa-apa karena terikat. Tanganku yang terikat nggak memungkinkan aku bergerak bebas. Kakiku menendang ke sana ke mari. Tiba-tiba Peter menghentikan hujamannya. Diambilnya sabuk yang tadi dipergunakannya untuk mencambukku.

Diikatnya kakiku dengan sabuk itu. Satu ke kaki tempat tidur kiri dan kaki kananku diikatnya dengan tali tasnya ke kaki kanan ranjangku. Kini aku tergeletak mengangkang, terikat, telanjang dan nggak berdaya bagaikan wanita jepang dalam film bokep.

Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok, cerita hot sex, kisah bokep Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok, cerita hot dewasa Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok porno
Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok

Peter kulihat kembali mendekati diriku dan menciumi liang nonok ku yang terbuka lebar. Diambilnya bantal dan diganjalkannya ke bawah pantatku. Waktu diganjalkannya bantal itu, karena kakiku terikat, otomatis ikut tertarik dan pergelangan kakiku terasa sakit sekali.

Kembali ia naik ranjangku dan disodorkannya batang kontol nya ke wajahku. Posisinya yang berada di atas tubuhku persis nggak memungkinkanku untuk menghindar. Aku tahu, aku harus mengulumnya seperti layaknya permen aja.

Dulu waktu pertama kali aku harus mengulum batang kemaluan Peter, terus terang aku merasa jijik. Tetapi Peter memang mungkin telah mempersiapkan segalanya. Biasanya sebelum memintaku mengulum batang kontol nya, dia ke kamar mandi dulu untuk mencuci barangnya hingga bersih.

Sehingga waktu aku pertama kali mengulumnya nggak terlalu merasa jijik. Kinipun aku akan melakukannya lagi. Segera kujulurkan lidahku untuk menjilatinya. Aku merasa bagaikan anjing yang memohon pada tuannya untuk diberi makan.

Aku jilati ujung batang kontol nya. Peter merem melek kegelian karena nikmat. Ditariknya lagi batang kontol nya dan dipukulkannya ke pipi dan mataku berulang kali. Aku mengaduh kesakitan, namun itu nggak akan menghentikannya, karena dia tahu aku menyukai dan menikmati rasa sakit yang kualami.

Kusodorkan mulutku untuk mengulumnya, namun Peter kembali menyiksaku dengan jalan menaikkan posisi tubuhnya sehingga aku harus berusaha keras untuk dapat menggapai ujung batang kontol nya. Tubuhku harus meregang, yang tentu aja kembali menyakitkan pergelangan kakiku meskipun kedua tanganku terikat bebas nggak ditalikan di kedua kepala ranjang.

Tiba-tiba saat tubuhku meregang ke atas mencoba menggapai batang kontol nya, Peter menurunkan tubuhnya, sehingga tak ayal lagi seluruh batang kontol nya yang sepanjang 27 cm masuk memenuhi seluruh rongga mulutku dan menyentuh anak tekakku.

Hampir aku muntah dibuatnya. Bagaimana nggak, kontol nya yang kupikir cukup panjang itu masuk sampai ke tenggorokanku. Aku sampai tersedak dibuatnya. Segera kukatupkan bibirku ke dalam gigiku sehingga nggak akan melukai batang kontol nya.

Aku tahu ini karena pernah Peter marah karena gigiku menggores batang kontol nya. Aku segera membasahi batang kontol nya dengan ludahku, lalu kukulum keluar masuk dengan sangat tersiksa karena kakiku sakit terikat.

Peter nggak tinggal diam, tubuhnya maju mundur (naik turun) memasukkan seluruh batang kontol nya ke dalam mulutku. "Emppffh! " Aku tersentak-sentak karena tenggorokanku terisi penuh oleh kontol nya. Dia nggak berhenti begitu aja.

Tangannya terulur ke belakang dan ujung putingku ditariknya keras-keras. Akibatnya akupun secara reflek dengan bibir terkatup ke gigi menggigit kontol nya. Mungkin inilah yang menyebabkan dia merasa begitu menikmati permainan ini.

Kusedot keras-keras batang kontol nya, seiring dengan mengerasnya putingku ditarik. Dicubitinya putingku agar hisapanku tambah kencang. Aku tahu apa yang dia sukai dan dia tahu apa yang kubutuhkan. Kenikmatan kasar.

Setelah beberapa lama dicabutnya batang kontol nya dari mulutku dan kini aku mulai menjilati buah pelirnya. Aku sruput buah pelir yang berbulu tipis itu. Pernah satu kali Peter menamparku karena aku menyedotnya terlalu kencang.

Kini, kuberanikan lagi untuk menyedotnya kencang-kencang agar dia menamparku dan aku terpuaskan. Namun reaksinya berbeda. Bukan tamparan yang kuterima, tetapi tangannya meraih jauh ke liang nonok ku dan menepuknya keras-keras.

Aku mengaduh kenikmatan. Sekarang dia berdiri di atasku. Kulihat kontol nya naik turun pertanda nafsu yang memburu nggak karuan. Nafasku pun tersengal-sengal karena ingin mendapatkan kenikmatan yang lebih dari sekedar mengulum batang kemaluan.

Aku tertawa terkikik. Peter tersenyum, paham maksudku. Dia turun dari ranjang dan kembali memukulkan batang kontol nya ke nonok ku. Batang kontol nya yang basah oleh ludahku dengan mudah menerobos liang nonok ku.

Dihujamkannya dengan keras sehingga tubuhku terangkat naik ke atas ranjangku. Kembali kakiku terasa sakit karena tertarik oleh hentakannya itu. Jempolnya nggak diam, namun turut menekan dan memainkan klitorisku. Aku semakin gila dan kepalaku terayun-ayun ke sana ke mari.

Kenikmatan yang kurasa tak tertahankan lagi. Aku jebol dan mencapai orgasme yang teramat sangat tinggi. Baru kali ini aku merasa nikmat dan sakit dalam waktu yang bersamaan setelah lebih dari setengah jam bercinta, itupun itu nggak hanya satu kali aja.

Karena Peter nggak menghentikan permainannya meskipun dia tahu aku udah orgasme. Dia belum, itu yang dia pikirkan. Mau nggak mau aku harus tetap melayaninya. Hujaman demi hujaman yang disertai tekanan atas klitorisku kembali merangsangku dan membuat aku mampu mengimbangi permainannya.

Alat kelamin Peter tetap tegar menusuk lubangku dengan kasarnya. Berulang-ulang kulihat Peter membasahi jarinya dengan ludahnya dan menggunakannya untuk melumasi klitorisku. nikmatnya kurasa sampai ke ubun-ubun. Liang nonok ku kembali berlendir setelah agak kering karena orgasme telah lewat.

Perih yang kurasakan kini hilang kembali berganti kenikmatan tusukan Peter yang disertai goyangan memutar. Batang kontol nya kurasakan bagai bor tumpul yang mendera dinding nonok ku. Ujung batang kontol nya terasa menyodok-nyodok dinding rahimku.

(Kalau batang kemaluan anda cukup panjang, pasti inilah yang akan dirasakan oleh pasangan anda). Tangan kanan Peter kembali beraksi. Kini dengan memukuli pantatku yang terganjal bantal. Sakit tapi nikmatnya terasa sekali, sementara jempol dan jarinya bergantian memainkan klitorisku dan batang kontol nya menyodok liang nonok ku.

Semakin sakit aku merasa semakin nikmat. Namun kita bukan pasangan masochis. kita hanya sekedar bereksperimen dengan gaya bercinta. Aku kembali mengejang karena orgasme, sementara Peter kulihat masih tegar dan menikmati permainan ini.

Dua kali udah aku orgasme. Mungkin inilah yang disebut sebagai multi orgasme. Bahagia sekali rasanya memiliki pasangan yang mampu memuaskan nafsuku. Peter pun sangat menyukai hal ini. Aku yang dianggap sebagai gadis desa pendiam dan rendah diri oleh teman-teman sekelasku di kampus sebenarnya adalah maniak seks.

Sementara orang ngeliat Peter sebagai pemuda yang kekanak-kanakan karena kesenangannya akan kartun dan video game. nggak seorang pun yang menyadari bahwa sebenarnya kita adalah pasangan yang sangat panas dalam bercinta.

Hampir dua jam udah Peter meyetubuhiku dan belum keliatan tanda-tanda dia akan orgasme juga. Kekuatan dan gaya bermain seksnya yang mungkin menjadikan aku makin cinta kepadanya. Kuturuti kemauannya untuk terus bersenggama sampai kapan pun.

Dua puluh menit kemudian barulah Peter mulai keliatan goyah. Pertahanannya keliatan nya akan segera jebol. Aku mulai memompa semangat berusaha memuaskannya. Tetapi apa yang terjadi justru sebaliknya, dia bertambah kencang dan aku bertambah lemah.

Nggak, aku nggak boleh kalah, pikirku. Akhirnya aku kembali mengalami orgasme, mengejang keras, menggeretakkan gigi-gigiku karena tangan dan kakiku terikat. Baru lima menit sesudahnya Peter mencabut batang kontol nya dan bergegas naik ke atas tubuhku dan menjepitkannya di antara kedua belah toket ku yang ditekannya dengan tangannya sehingga mampu memberi kenikmatan laksana dinding liang kewanitaan.

Digesekkannya maju mundur sampai akhirnya peju nya dimuntahkannya di atas toket ku dan dimintanya aku mengulumnya setelah bersih nggak ada lagi sisa peju yang menyembur. Perlahan kurasakan batang kontol nya mengecil dalam mulutku sehingga dapat kukulum penuh dalam mulutku beserta buah pelirnya.

Kita tersenyum puas tepat jam sebelas. Berarti kita bercinta kurang lebih selama tiga jam. Entahlah itu tergolong lama atau nggak, yang penting aku terpuaskan sampai tiga kali dan untungnya aku juga bisa memuaskan Peter meskipun setelah itu kurasakan pergelangan kakiku terasa nyeri akibat ikatan yang terlalu kencang.

Malam itu Peter akhirnya menginap di tempatku. Setelah membersihkan badan, kita rebahan di kasur lipat tipis milik temanku sambil nonton berita menjelang tengah malam salah satu tv swasta. Tubuh kita masih terbalut handuk aja.

Namun karena agak dingin, aku mengambil selimut di kamar dan berpelukan agar lebih hangat. Handuk kita lempar ke tempat pakaian kotorku. kita terbiasa tidur telanjang berdua di rumah Peter.

Di bawah selimut, kita berdua berpelukan, telanjang, sembari nonton tv. Segar sekali rasanya mandi setelah bercinta. Pikiranku jadi lebih tenang dan lebih jernih. Entah karena apa aku tak tahu.

Kira-kira jam setengah dua dini hari, saat program tv udah habis, Peter membopongku ke kamar. Aku kecapaian setengah mati setelah tiga kali orgasme malam itu. Peter selalu memilih sisi kanan ranjang.

Itu nggak masalah, karena aku bisa tidur di sisi manapun. Namun ternyata, aku nggak dapat tidur pulas karena Peter selalu menggangguku dengan rabaan-rabaan nakal di pusarku dan bagian atas nonok ku yang terasa sangat menggelitik.

Aku balas dengan mencoba meraba batang kontol nya, tetapi, astaga, ternyata batang kontol nya udah tegang mengacung dan aku tertawa ngakak karena selimut kita jadi mirip tenda pramuka. Digesek-gesekkannya batang kontol nya ke perutku.

Aku yang tadinya kegelian kini jadi terangsang. Tawaku berubah jadi sensasi aneh yang menjalari seluruh tubuhku. Akupun mulai bereaksi dengan mencari tangan Peter dan membimbing tangannya untuk meraba dan meremas toket ku.

Aku memang terkadang gampang panas. Mungkin ini pulalah yang disukai Peter dariku. Sementara tangannya meremas toket ku, tanganku bergerak ke bawah, mencoba menggapai batang kontol nya. Aku selalu menikmati momen-momen seperti ini.

Kugenggam batang kemaluan Peter, kurasakan kehangatannya di telapakku dan kupejamkan mataku menikmati segenap sensasi yang muncul. Rasa hangat yang aneh, yang disertai berdirinya buluku seiring dengan sentuhan kulit tubuh telanjang kita berdua di bawah selimut.

Tiba-tiba Peter beranjak turun dari ranjangku dan bergegas ke ruang tamu. Aku heran, kenapa dia berbuat begitu. Ternyata dia mengambil toples yang berisi kripik singkong. Aku memang suka menyimpan keripik singkong yang jadi kesukaannya.

Apa lagi yang hendak dilakukannya. Gaya bercinta yang selalu baru membuat aku terheran-heran atas fantasi seks liar nya. Sekarang apa lagi yang akan terjadi, aku hanya bisa menebak-nebak. Diangkatnya selimut yang menutupi tubuhku, lalu ditariknya kakiku sehingga badanku terseret agak ke pinggir ranjang.

Diremasnya keripik singkong itu kecil-kecil dan ditaburkannya di sekujur badanku. Kini aku udah mulai bisa menebak jalan pikirannya. Setelah rata ditaburkannya keripik singkong itu di atas badanku, perlahan dia naik ke atas ranjang dan rebah di sampingku.

Posisi tubuhnya miring sehingga memungkinkannya bersentuhan langsung dengan kulitku. Dia mulai dengan mencoba menjilati seluruh kripik yang ditaburkannya ke sekujur badanku. Kini aku dihinggapi sensasi aneh ketika ujung kripik singkong yang kasar tersebut meyentuh kulitku sewaktu akan dimakan Peter.

Campuran antara kasarnya ujung singkong dan lembutnya ujung lidah Peter menciptakan fantasi seks yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Ini sangat berbeda dengan rabaan atau ciuman mesra bibir Peter yang biasanya menghujani punggung dan dadaku.

Tanganku memelintir puting toket ku sendiri keenakan. Kutarik kencang-kencang agar rasa gatal akibat gesekan ujung kasar keripik itu kalah. Tetapi hal ini nggak terlau banyak menolong. Aku makin panas dan bertambah horny.

Kubiarkan lidahnya menari-nari di atas tubuhku, menjilati bersih semua kripik singkong yang ia taburkan. Sementara aku mencoba menikmati segenap sensasi yang timbul dengan berdiam diri. Semakin aku berusaha menekan, semakin tersiksa aku, namun kenikmatan yang kudapat akibat siksaan itulah yang membuatku tetap bertahan untuk mencapai titik akhir yang paling nikmat.

Terdengar gila memang, cewek seperti aku yang pendiam ternyata memiliki fantasi seks liar yang aneh. Mungkin ini pula yang membuatku melayani Peter untuk main kasar tanpa harus menjadi seorang sadomasochis.

Peter lah yang mengajari semua yang aku tahu, termasuk semua istilah seks yang tadinya adalah tabu bagiku. Karena Peter pulalah, fantasi seks liar ku makin menggila. tampak nya aku memang berpotensi untuk memiliki fantasi seks liar yang agak sakit.

Tak perlu kukatakan betapa nikmatnya waktu lidahnya berputar-putar di sekeliling putingku karena aku yakin pasti anda udah tahu. Namun waktu lidahnya mulai menjilati pusarku, inilah bagian yang paling kusukai.

Aku justru merasa sangat terangsang ketika jemari atau lidah Peter membelai bagian antara pusar dan lubang nonok ku. Tanpa dimintapun, Peter udah tahu dan sedikit berlama-lama ketika mencapai bagian ini.

Pria satu ini memang penuh pengertian dan jagoan bercinta. Setelah puas dengan sedikit foreplay, Peter berbisik lembut kepadaku untuk mengambil agar agak memiringkan badanku. Pasti ada posisi baru, bathinku.

Aku turuti kemauannya, kumiringkan badanku ke kiri. Peter segera mengambil posisi di dekat selangkanganku dan menelentangkan badannya. Selangkangan kita bertemu. Aku mulai paham, poros bertemu poros. Kaki kanan Peter di dadaku, sedangkan yang kiri di punggungku.

Begitu pula dengan kakiku yang ada di dada dan di bawah punggungnya yang sengaja diangkatnya sedikit. Perlahan Peter menusukkan batang kontol nya ke lubang nonok ku. Nafasku tertahan waktu Peter memintaku untuk beringsut mendekat.

Seiring aku mendekat, batang kontol nya makin terbenam ke lubang nonok ku dan gerakanku menciptakan sensasi aneh. Mungkin ini terjadi karena batang kemaluan Peter secara nggak beraturan membentur dinding liang nonok ku.

Posisi gunting seperti ini sungguh memberi kita kenikmatan yang teramat sangat. Ini kurasakan karena dengan posisi begini, batang kemaluan Peter bisa masuk seluruhnya ke dalam liang nonok ku. Bahkan kurasakan tulang kontol nya keras membentur dinding luar lubang liang nonok ku.

Untuk memudahkan gerakannya, Peter sedikit mengangkat tubuhnya dengan jalan bertumpu pada tangannya. Posenya seperti orang senam kuda-kuda pelana. Kakinya sedikit menekuk tepat di depan perutku. Dengan cara seperti ini, tubuhnya bisa bergerak seperti naik turun, tapi dalam kondisi miring.

Dia memulainya dengan gerakan perlahan, namun secara pasti makin bertambah cepat. Tubuhku terhentak-hentak nggak karuan karena sodokannya dari bawah tersebut. Aku berusaha untuk turut bergerak, namun terasa agak sulit, dan terlebih lagi Peter memintaku untuk menikmati aja setiap tusukannya.

Aku nggak tahan, lagi. Ayo kundalini, tahan orgasmemu sebentar lagi, bisikku dalam hati. Terus terang sangat sulit bagiku untuk nggak langsung orgasme dengan posisi senggama seperti ini. Aku berusaha menahan orgasme dengan menekan kenikmatan yang kurasakan.

Secara psikologis aku memang agak tertekan kalau begini. Aku tahan semampuku, namun jebol juga pertahananku. Aku nggak kuat lagi untuk menahan segenap cairan yang udah meluap-luap di dalam nonok ku.

Aku rengkuh betis Peter dan kutarik sekuatnya agar batang kontol nya terbenan seluruhnya ketika aku orgasme. Kutahan beberapa waktu dan Peter menurut aja. Kupikir dia tahu aku mencapai puncakku.

Kurasakan hangat dan nikmat. Aku pasrah aja dan membiarkan Peter melanjutkan permainan kita. Lagian aku juga menikmati setiap tusukan Peter ketika kita bersenggama. Tak lama kemudian kulihat lutut Peter sedikit bergetar.

Pasti dia udah hampir memuncak, pikirku. Dan benar aja. Gerakan Peter cepat dan bertambah cepat serta nggak teratur. Kini dia nggak aja menghujamkan batang kontol nya, namun juga menggoyangkannya.

Mau nggak mau aku yang tadinya pasrah menikmati, akhirnya jadi tambah tinggi juga karena tusukan yang disertai goyangan ini. "Ehhg. " , jeritku tertahan. Aku mencoba menahan diri ketika kurasakan Peter mencabut batang kontol nya dan duduk mendekatiku.

Secara refleks, langsung kukocok batang kontol nya, sementara tangan Peter meraih liang nonok ku dan memainkan klitorisku dengan jari tengahnya (mungkin karena hal ini tanda jari tengah dianggap "saru" ).

Dengan gemasnya jari Peter menekan-nekan klitorisku, dan ini membuatku makin terangsang. Segera aja kumasukkan sebagian batang kontol nya ke mulutku dan aku oral dia, keluar masuk mulutku sambil kumainkan lidahku di glan batang kontol nya.

Tak tahan dengan hisapan dan jilatan lidahku, Peter akhirnya memuntahkan seluruh peju nya. Ditekannya kepalaku agar seluruh batang kontol nya masuk ke mulut, dan benar-benar menyentuh anak tekakku. Kurasakan enam kali semburan keras diikuti beberapa kali semburan kecil.

Semua peju nya tertelan olehku. Aku hampir muntah ketika batang kontol nya menyentuh anak tekakku. Untung aku udah agak terbiasa dengan batang kontol nya yang, menurutku, lumayan panjang. Sebenarnya aku agak jijik kalau harus meminum peju nya.

Tapi kali ini apa boleh buat, ini juga nggak terhindarkan dan langsung masuk ke tenggorokanku. Ketika itu akupun nggak terlalu merasakan jijik karena sedang terbuai kenikmatan jari Peter yang dengan kerasnya menekan dan memutar-mutar di klitorisku serta meremas bibir nonok ku dengan ganasnya.

Perbuatannya memaksaku untuk mencapai orgasme kedua yang hanya berbeda beberapa saat dengan saat Peter mencapai puncaknya. Hari itu kita bangun agak telat, pada saat acara musik tv swasta yang ditayangkan setiap jam 08.

30 pagi udah hampir usai. kita nikmati hari berdua aja dan hanya keluar rumah kost untuk membeli makanan.
Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok
Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok, cerita seks , Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok, cerita hot sex, kisah bokep Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok, cerita hot dewasa Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok porno, kisah porno, kisah sex bokep, sex, Fantasi Seks Liar Nonok Dan Bool Aku Disodok

10
205

Tags cerita dewasa paling populer di blog ini: cerita seks, Cerita Dewasa, 17 Tahun, sex, Ngentot, Memek, Istri, selingkuh, Kontol, Entot, Mama, gangbang, tante, threesome, ABG, Binal, sexy, toket, payudara.
Aktifkan javascript lalu tekan F5, untuk membuka halaman
meng-klik link cerita secara normal
dan membuka gambar lebih besar.
Cerita dewasa seks terpanas, update setiap hari cerita terbaru Cerita seks dewasa ngentot memek isteri, perek, bispak.
http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com